Breaking News:

Kebanyakan Pegawai RSUD Marsidi Judono Merasakan Tiga Gejala Ini Setelah Vaksinasi Covid-19

Vaksinasi Covid-19 pada tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Marsidi Judono tahap pertama telah dilakukan. Berikut gejala yang dirasa mereka pasca vaksin.

Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Direktur RSUD Marsidi Judono dr Hendra Sp.An, Sabtu (30/1/2021). 

Kebanyakan Pegawai RSUD Marsidi Judono Merasakan Tiga Gejala Ini Setelah Vaksinasi Covid-19

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Vaksinasi Covid-19 pada tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Marsidi Judono tahap pertama telah dilakukan.

Menurut Direktur RSUD Marsidi Judono dr. Hendra Sp.An, kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang paling sering dialami penerima vaksin yakni nyeri, pegal, dan ngantuk.

"Yang paling dikhawatirkan itu kan sebenarnya syok anafilaktik, alergi terhadap obat bisa pingsan, itu yang paling ditakutkan. Tapi sampai saat ini tidak ada yang sampai pingsan," katanya, Minggu (31/1/2021).

Ia menjelaskan, pada tahap pertama ini ditargetkan ada 347 penerima vaksin, mulai dari dokter, perawat hingga cleaning service yang memiliki e-tiket.

Secara keseluruhan, pegawai RSUD baik nakes maupun non nakes ada 520 orang, sehingga masih dibutuhkan vaksin bagi 173 pegawai lainnya.

Kekurangan vaksin tersebut akan dicukupi pada penyaluran berikutnya.

Prinsipnya vaksinasi dilakukan massal dan dalam waktu yang bersamaan sehingga jarak waktunya tidak bolehnya terlalu jauh berbeda.

Karena tujuan utama penyuntikan vaksin yakni membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok.

"Ini harus berbarengan dalam jumlah besar dan waktu bersamaan tidak boleh berbulan-bulan baru divaksin lagi," jelasnya.

Dalam pelaksanaan imunisasi Covid-19 itu, kata dia, kendala terbesar yakni banyak yang tidak memenuhi syarat.

Paling banyak calon penerima vaksin menderita hipertensi, juga ada yang kencing manis (DM) sehingga tidak diberikan vaksin.

Ada juga yang sedang hamil dan menyusui, juga ada yang sedang program hamil sehingga tidak menolak untuk divaksin.

"Setelah mereka diketahui hipertensi dan kencing manis kami konsulkan ke penyakit dalam agar mereka kontrol, diobati dulu penyakitnya. Kalau sudah terkontrol, mungkin akan kami lakukan ditahap kedua," tutur dia.

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: M Ismunadi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved