Breaking News:

Berita Kriminal

Santo Diancam Hukuman Mati, 13 Kali Hantam Batu ke Kepala Kakek 56 Tahun

Santo tersangka pencurian menggunakan cara kekerasan (Curas)  terancam hukuman mati atau seumur hidup. Perbuatannya menyebakan Korban, Kakek Aripin

posbelitung.co
Kapolres Belitung AKBP Ari Mujiyono menggelar konfrensi pers, Senin (1/2/2021). (Posbelitung.co /Dede S) 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Santo tersangka pencurian menggunakan cara kekerasan (Curas)  terancam hukuman mati atau seumur hidup. Perbuatannya menyebakan Korban, Kakek Aripin (56) merenggang nyawa, beberapa hari lalu di Belitung.

Redivis kasus pencurian itu dijerat primair Pasal 338 KUHPidana subsidair Pasal 365 Ayat (4) KUHpidana.

Terungkap oleh polisi, bujangan berusia 26 tahun itu tega menghabisi nyawa korban. Ia nekad menghantam kepala Kakek Aripin menggunakan batu sebanyak 13 kali.

"Tersangka memukul korban dengan batu dan mencuri motor korban merek Viar dijual seharga Rp450 ribu. Jadi primairnya diancam hukuman 15 tahun penjara subsidair hukuman mati atau seumur hidup," ujar Kapolres Belitung, AKBP Ari Mujiyono, Senin (1/2/2021), saat konfrensi pers ungkap kasus tersebut.

Kronologis kejadian naas tersebut kata Kapolres, tejadi pada Kamis (28/1/2021) sekitar Pukul 21.00 WIB.

Dalam kondisi mabuk pasca menelan obat batuk maxtril dua papan ditambah lem aibon, tersangka mendatangi korban untuk meminjam sepeda motor.

Karena tidak dipinjamkan, tersangka lalu memukul korban menggunakan batu sebanyak 13 kali.

Kemudian tersangka membawa kabur motor korban dan bersembunyi di kapal bagan di daerah Pegantungan, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung.

"Tersangka berhasil diamankan dalam waktu kurang dari 12 jam di kapal bagan di daerah Pegantungan. Lalu dibawa ke Mapolres Belitung untuk dilakukan pemeriksaan," kata Ari.

Sementara itu, Tersangka Santo (26) mengakui perbuatannya.  Sembari meringis menahan sakit karena bekas luka akibat dua peluru yang menembus kedua kakinya, Santo menjelaskan kronologis kejadian yang sebenarnya.

Diakui Santo, awalnya ia berniat meminjam motor kepada korban untuk jalan-jalan. Karena niatnya ditolak korban, Santo langsung menghabisi nyawa kakek 56 tahun itu menggunakan batu yang sudah ia bawa saat menemui korban.

"Pertama saya pukul, kakek itu sempat maju. Saya hantam lagi, jatuh baru lah sekitar 13 kali semuanya," katanya.

Setelah menghabisi nyawa korban, Santo menuju Tanjungbatu untuk melepas bodi motor korban.

Kemudian Santo menginap di Rumah Andi Bahar, temannya di dekat Masjid Al Mabrur, Kelurahan Kota Tanjungpandan dan minta diantarkan menjual motor.

"Sesudah itu saya ke rumah saudara di Air Saga mau kerja bagan. Jadi diantarkan ke bagan di Pegantungan," katanya. (Posbelitung.co /Dede S)

Penulis: Dede Suhendar
Editor: Fery Laskari
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved