Hati-hati Mereview Produk yang Dibeli di Medsos Bisa Kena UU ITE

Beberapa waktu lalu, viral kisah seorang warga net yang menerima surat keberatan akibat mereview atau menilai produk barang yang ia beli lewat medsos

Penulis: tidakada008 | Editor: Fitriadi
Freepik
Ilustrasi - Pengamat hukum Solo Wawan Muslih ingatkan konsumen berhati-hati dalam mereview produk yang dibeli, bisa terjerat pasal UU ITE. 

POSBELITUNG.CO - Konsumen diingatkan untuk berhati-hati mereview produk yang dibeli secara online di media sosial atau medsos.

Jika tidak hati-hati konsumen bisa terjerat pidana karena melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik ( UU ITE).

Beberapa waktu lalu, viral kisah seorang warganet yang menerima surat keberatan akibat mereview atau menilai produk barang yang ia beli lewat medsos.

Surat keberatan itu dikirim oleh pelaku usaha yang menjual produk barang itu.

Menyikapi hal itu, pengamat hukum Wawan Muslih mengingatkan masyarakat sebagai konsumen untuk tetap berhati-hati dalam mereview barang.

Karena tindakan mereview melalui medsos bisa saja berakibat hukum lain bagi konsumen.

Menurutnya, konsumen bisa terjerat pasal  UU ITE, jika terbukti mereview barang secara tidak benar dan negatif.

Hal ini diungkapkannya pada program Kacamata Hukum bertajuk Perlindungan Hukum bagi Konsumen, Senin (2/2/2021).

"Langkah konsumen itu juga hati-hati untuk mengkritik barang yang sudah dibeli."

"Ketika mengkritiknya melalui medsos, itu nanti akan berakibat hukum lain terhadap konsumen."

"Contoh kecil ada beberapa kasus ITE, kasus yang RS dulu karena mereview pelayanan yang tidak baik. Tapi malah kena pidana," terang Wawan.

Pengamat hukum Solo Wawan Muslih ingatkan konsumen berhati-hati dalam mereview produk yang dibeli pada program Kacamata Hukum bertajuk Perlindungan Hukum bagi Konsume di YouTube Tribunnews.com, Senin (2/2/2021).
Pengamat hukum Solo Wawan Muslih ingatkan konsumen berhati-hati dalam mereview produk yang dibeli pada program Kacamata Hukum bertajuk Perlindungan Hukum bagi Konsume di YouTube Tribunnews.com, Senin (2/2/2021).

Wawan menjelaskan, penggunaan media sosial di atur di UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Saat terbukti mereview barang secara negatif dan tidak benar, konsumen dapat dianggap menyebarkan berita bohong.

Dimana berita bohong ini dilarang pada pasal 28 ayat 1  UU ITE.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved