Breaking News:

Berita Belitung

Menparekraf Sandiaga Uno Puas Lihat Tarsius Meski Hanya 45 Detik, Jaga Kelestarian Bukit Peramun  

Pada kunjungan kerjanya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno bersama rombongan datang ke Bukit Peramun, Desa Air Selumar

posbelitung.co
Sandiaga Uno saat di Belitung, Jumat (52/2021).(Posbelitung.co/Adelina) 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG - Pada kunjungan kerjanya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno bersama rombongan datang ke Bukit Peramun, Desa Air Selumar, Tanjungpandan. Kunjungan malam hari sengaja dilakukan buat melihat tarsius, primata langka yang masih hidup di kawasan hutan yang dikelola HKm Arsel Community itu.

Setelah beberapa waktu para pengelola mencari tarsius, Sandi dan rombongan lalu berjalan ke lokasi tarsius telah ditemukan. Lampu penerangan juga dibawa ke tempat melihat hewan tersebut.

"Dapat tadi lihat tarsiusnya. Bisa lihat sekitar 45 detik, lumayan karena bisa lihatnya dekat banget dan dalam kondisi terlalu banyak yang lihat," katanya.

Ia lalu bertanya sejenak kepada Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman dan para pengelola yang turut mendampingi, sehingga diketahui saat ini diperkirakan tersisa 80 ekor tarsius yang hidup liar di hutan itu.

Sandi menyebut, ia telah berpesan kepada Ketua HKm Arsel Community Adong agar pengelolaan kawasan wisata tersebut ber, serta perlu memperhatikan kelestarian lingkungannya. Sebagai ekowisata yaitu objek wisata berbasis alam, kelestarian harus terus dijaga.

Menyajikan keunggulan wisata alam terbuka, Bukit Peramun juga bisa menjadi produk wisata unggulan di tengah-tengah pandemi.

"Pak Gubernur dan Pak Buapti ini satu langkah yang harus ditata tiga tahun ke depan, sehingga nanti tracking dari Desa Juru Seberang ke Bukit Peramun bisa menjadi terintegrasi," kata Sandi.

"Siap-siap wisata di seluruh wisata Nusantara, Belitung menawarkan satu sensasi yang sangat luar biasa, menurut saya. Tapi harus dibatasi demi menjaga kelestarian lingkungan, tapi inilah bagian alam Indonesia yang sangat menjanjikan sebagai destinasi unggulan," imbuhnya.

Selain menawarkan wisata malam mencari primata terkecil di dunia itu, Bukit Peramun juga dikenal sebagai hutan digital. 

Menparekraf Sandiaga Uno pun mencoba berbagai fitur digital seperti scan pohon menggunakan aplikasi yang dikembangkan pengelola, lalu akan keluar narasi cerita mengenai pohon tersebut.

"Juga keluar cerita tentang fitur ada formasi batu, jembatan, tempat tinggi yang instagramable atau nanti dikembangkan sebagai tim tok platform, sehingga nanti ditempatkan di sini. Juga merancang games Peramun Go sebagai inovasi wisata alam berbasis digital," katanya. (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: Fery Laskari
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved