Breaking News:

Warga Matras Geger Mayat Perempuan Terdampar di Pantai Turun Aban, Kenakan Cincin Emas Dijari

Warga Kelurahan Matras geger, dengan adanya penemuan sesosok mayat tidak dikenal, Senin (8/2/2021) di Pantai Turun Aban.

Ist/Anwar
Penemuan mayat perempuan di Pantai Turun Aban Sungailiat, Kabupaten Bangka 

Hal ini diungkapkan anak menantu korban, Haris, Warga Desa Airuai Kecamatan Pemali Bangka kepada Bangkapos.com, Senin (8/2/2021) di Kamar Mayat RSUD Depati Bahrin Sungailiat.

Haris mengatakan, saat mengetahui kejadian ini melalui foto-foto yang beredar di FB teman, ia melihat foto itu seperti wajah ibu mertuanya. 

Lalu Haris datang ke RSUD Depati Bahrin Sungailiat untuk mengecek dan ternyata memang benar korban adalah ibu mertuanya bernama Halimah yang satu bulan terakhir tinggal bersamanya di Desa Airuai.

"Memang ibu mertua saya ini sehari-hari mengenakan jilbab dan saat meninggalkan rumah memakai celana panjang," kata Haris, anak menantu korban Halimah ditemui Bangkapos.com di Kamar Jenazah RSUD Depati Bahrin Sungailiat, Senin (8/2/2021).

"Soal cincin emas itu sebelumnya sempat diserahkan atau dititipkan ke istri saya (anak kandung korban -red)  untuk disimpan, namun beberapa hari ini diminta lagi oleh ibu untuk digunakannya," kata Haris.

"Itu cincin biasa tapi dari emas, bukan cincin kawin.  Ibu (korban -red)  sempat titipkan ke istri saya lalu diminta lagi untuk dipakainya kembali," tambah Haris.

Barang bukti berupa uang Rp100.000, cincin emas dan pakaian korban diserahkan petugas kepolisian kepada Haris, anak menantu korban untuk dibawa pulang.

Menurut Haris ibu mertunya selama ini memang menderita sakit.

"Beliau ini mengalami sakit lever, jantung dan penyakit organ dalam lainnya sudah cukup lama sehingga penyakit ini menganggu psikis atau kejiwaannya. Jadi sudah satu bulan ini beliau (Halimah-red) tinggal di rumah kami, biar bisa merawat dan menjaganya. Rencananya hari ini beliau mau kami bawa berobat ke RSJ Sungailiat," ungkap Haris.

Sebelumnya, diakui Haris, ibu mertuanya itu memang meminta untuk diantarkan ke Pantai Matras, katanya ingin ke pantai supaya bisa menenangkan pikiran.

"Namun kami tidak berani menurutinya karena khawatir soal kejiwaan korban yang sedang terganggu, takut ada-apa," kata Haris.

Malam tadi, sebelum ditemukan tewas, korban masih di rumah namun tampak gelisah, tidak bisa tidur dan  menunggu hingga pukul 24.00 WIB baru tidur.

"Semua pintu rumah dan jendela sudah saya kunci rapat, namun sepertinya beliau menemukan kunci pintu  samping rumah sehingga beliau bisa keluar rumah melalui pintu samping ini," kata Haris.

"Pas kami bangun subuh terkejut melihat pintu samping rumah sudah terbuka dan ibu kami juga tidak ada di rumah, tapi kami memang sudah ada firasat kalau ibu pergi ke Pantai Matras sehingga kami menyusul danmencarinya ke Pantai Matras namun kami tidak menemukannya dan ternyata beliau (korban--red) pergi ke Pantai Turun Aban,"  ungkap  Haris.

(Bangkapos.com/Edwardi)

Penulis: Edwardi
Editor: nurhayati
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved