Breaking News:

Berita Kriminalitas

Sidang Perkara Ricuhnya Penertiban Tambang Ditunda, Tuntutan JPU Belum Siap, Ini Alasannya

Sidang perkara ricuhnya penertiban tambang ilegal Sijuk kembali digelar majelis Pengadilan Negeri Tanjungpandan pada Selasa (9/2/2021).

(posbelitung.co /dede s)
Suasana sidang perdana perkara kericuhan penertiban tambang ilegal Sijuk di PN Tanjungpandan, Selasa (22/12/2020). 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Sidang perkara ricuhnya penertiban tambang ilegal Sijuk kembali digelar majelis Pengadilan Negeri Tanjungpandan pada Selasa (9/2/2021).

Sembilan terdakwa Iskandar, Nurdiansyah, Anggara, Galuh, Martani, Wendri, Hendra, Indra dan anggota Satpol PP Provinsi Kepulauan Babel Raden Sandyaji hadir di hadapan Majelis Hakim yang diketuai AA Niko Brama Putra beranggotakan Rino Adrian Wigunadi dan Andri.

Namun, JPU Kejari Belitung M Aulia Perdana menyatakan belum siap atas tuntutannya sehingga majelis kembali menunda persidangan seminggu ke depan.

"Kami minta waktu untuk penyempurnaan tuntutan kepada majelis. Karena sidang ini melibatkan pejabat, banyak orang dan menjadi perhatian banyak orang jadi harus lebih baik," ungkap JPU Kejari Belitung M Aulia Perdana kepada Posbelitung.co.

Sebelumnya sidang kericuhan penertiban tambang ilegal Sijuk sudah beberapa kali digelar mulai dari pembacaan dakwaan dan pemeriksaan saksi.

Para saksi baik dari masyarakat Sijuk, anggota Satpol PP hingga Wakil Gubernur Kepulauan Babel Abdul Fattah semoat dihadirkan demi menguak fakta persidangan.

Majelis hakim yang mengadili perkara tersebut juga dibagi dua pertama diketuai AA Niko Brama Putra dan kedua diketuai Rino Adrian Wigunadi.

Meskipun demikian, sembilan terdakwa maju sendiri dalam persidangan tanpa didampingi penasehat hukum.

(Posbelitung.co/Dede Suhendar)

Penulis: Dede Suhendar
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved