Breaking News:

Rata-rata Pelajar di Beltim Cuma Sampai Kelas 2 SMP, Aan Bakal Genjot Pendidikan Luar Sekolah

Berdasarkan data BPS, tahun 2020 lalu, rata-rata pelajar di Belitung Timur hanya sampai kelas 2 SMP.

Posbelitung.co/dokumentasi
Waki Bupati Belitung Burhanudin. 

Rata-rata Pelajar di Beltim Cuma Sampai Kelas 2 SMP, Aan Bakal Genjot Pendidikan Luar Sekolah

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - BPS beberapa waktu lalu merilis data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2020 di Belitung Timur meningkat 0,12 persen menjadi 70,92 persen dari tahun sebelumnya 70,84 persen.

Beberapa indikator IPM ialah rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah. Tahun 2020 rata-rata lama sekolah di Beltim adalah 8,22 tahun. Angka ini menunjukkan penduduk Belitung Timur rata-rata hanya sekolah sampai kelas 2 SMP.

Harapan lama sekolah pun di Beltim pada 2020 berada pada 11,52 tahun. Artinya program wajib belajar 12 tahun oleh pemerintah pun masih jauh dari arang.

Menyikapi hal ini, Wakil Bupati sekaligus Bupati Terpilih Burhanudin telah menyusun program yang ia beri nama Yuk Sekolah. Program ini bertujuan untuk memperbaiki angka-angka di atas.

Menurutnya, satu faktor yang menyebabkan angka tersebut ialah banyaknya murid yang drop out dari sekolah dengan berbagai alasan, seperti pembiayaan, tidak punya seragam, dan tak punya buku.

"Bahkan di jaman seperti sekarang ada yang tak mau sekolah gara-gara tak punya hape android. Malu sama teman-teman. Alasan-alasan ini yang harus kita atasi," kata Aan sapaan akrab Burhanudin saat ditemui posbelitung.co di ruang kerjanya, Rabu (10/2/2021).

Satu solusi yang ia berikan adalah menggenjot pendidikan luar sekolah. Ia akan meminta Dinas Pendidikan sebagai leading sector urusan wajib pendidikan untuk mempertegas dan mengaji hal tersebut.

Dengan begitu, lanjutnya, orang yang putus sekolah bisa mengikuti pendidikan melalui paket A, B, atau C dengan cara yang tidak formal tapi transfer ilmu pengetahuan tetap berjalan.

"Kita akan jemput bola. Misal mereka banyak yang menjadi nelayan, kita bakal lakukan pengajaran di pantai. Jika banyak di warkop maka akan kerjasama dengan warkop setempat. Semata-mata agar mereka nyaman. Tujuannya tercapai dan tidak mengganggu aktivitas kesehariannya," tambah Aan.

Ia menegaskan persoalan ini harus jadi perhatian bersama, tidak bisa hanya diserahkan pada Dinas Pendidikan karena dampak yang ditimbulkan juga pasti ke sektor lain, seperti sosial dan budaya.

"Harus semua pihak. Ada fungsi lain sosial, masyarakat dan pemerintah untuk memperhatikan secara serius generasi muda ke depan. Jangan sampai kampung kita tertinggal dari daerah lain di sektor pendidkan," kata Aan. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Penulis: Bryan Bimantoro
Editor: M Ismunadi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved