Breaking News:

Berita Kriminalitas

Detik-detik Rizky Habisi Nyawa Sherli Nopianto dengan Parang Panjang, Bacok Kepala Korban

Polsek Sijuk bersama Unit Inafis Satreskrim Polres Belitung menggelar rekontruksi kasus pembacokan yang terjadi di Jalan Penghulu

Posbelitung.co/Dede Suhendar
Tersangka Rizky Al Fadhil memeragakan adegan pembacokan saat rekontruksi di Mapolres Belitung, Kamis (11/2/2021). 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Polsek Sijuk bersama Unit Inafis Satreskrim Polres Belitung menggelar rekontruksi kasus pembacokan yang terjadi di Jalan Penghulu, RT 07, Dusun Piak Aik, Desa Sijuk, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Kamis (11/2/2021).

Tersangka Rizky Al Fadhil (18) mempraktekan 26 adegan bersama orang tua korban beserta saksi lainnya disaksikan Kapolsek Sijuk AKP Maulup Irsan Sihotang dan Kasi Pidum Kejari Belitung Suwandi.

"Hasil rekon tadi semua keterangan dari pemeriksaan saksi-saksi semuanya tidak ada yang melenceng. Memang tersangkanya juga kooperatif," jelas Kapolsek Sijuk AKP Maulup Irsan Sihotang kepada Posbelitung.co.

Demi alasan keamanan dan kelancaran setiap prosesnya, rekontruksi dilaksanakan di halaman Mapolres Belitung.

Adegan pertama dimulai saat korban duduk di teras rumahnya, lalu muncul niatan mendatangi rumah korban bersama rekannya membawa sebilah parang panjang.

Sebelumya, tersangka sempat mampir di warung kopi menjemput temannya.

Sesampainya di teras samping rumah korban, keduanya langsung bertemu disaksikan ibu korban.

Pada adegan 15, tersangka memerankan adegan saat dirinya menghabisi Sherli Nopianto (23) dengan membacok kepala korban sebanyak tiga kali menggunakan sebilah parang panjang.

"Insyaallah dalam waktu dekat ini kami menunggu jawaban dari kejaksaan terkait kelengkapan tahap satu yang telah dikirim," kata Maulup.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejari Belitung Suwandi menilai dari hasil rekontruksi mengindikasikan pembunuhan berencana.

Dikarenakan tersangka sudah memiliki niat dan menyiapkan sajam dari rumahnya. Ditambah adanya jeda waktu sebelum kejadian tersebut.

"Jadi sudah ada niat dan jeda waktu. Kecuali Pasal 338 tidak ada jeda waktu dan spontan, kalau perkara ini tidak,"  tegasnya. ( Posbelitung.co /dede Suhendar )

Penulis: Dede Suhendar
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved