Breaking News:

Petugas Pertamina Temukan Tumpukan Elpiji 3 Kg, PT Belitong Petrosindo Klaim Sedang Hitung Tabung

Manajer Operasional PT Belitong Petrosindo Tria Ade memberikan penjelasan terkait temuan petugas Pertamina di sebuah gudang di Tanjungpandan.

Penulis: Disa Aryandi | Editor: M Ismunadi
Pos Belitung/Disa Aryandi
Gudang yang beralamat di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Paal Satu, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, yang dicek oleh petugas pertamina, Sabtu (13/2/2021). 

"Karena ini hak masyarakat, dan kami akan lakukan pelajari perjanjian nya nanti. Tapi alurnya, setelag bongkar muat itu harus di salurkan ke pangkalan, atau masuk ke gudang agen sebagai tempat penyimpanan sementara," jelasnya.

Khusus untuk gudang yang ada di Jalan Gatot Subroto, kata Agung, tidak memiliki perizinan apapun untuk penyimpanan gas elpiji 3 Kg atau gas subsidi.

"Terkiat kelangkaan elpiji beberapa hari ini, kami sekarang sedang berusaha agar tidak terjadi kelangkaan, kami sedang melakukan pengecekan dan ini menjadi tanggung jawab-kami," jelasnya.

Sementara itu, Pemilik Gudang, Afa mengelak tudingan melakukan penumpukan gas elpiji 3 Kg.

"Karena kemarin kapal hampir tenggelam, jadi sebagian dibuang (ke laut). Kami yang sewa kapal itu, kami bawa ke sini (gudang), karena kami mau hitung dulu berapa yang datang," kata Afa didampingi istrinya.

Ia mengatakan, kapal pembawa elpiji tersebut hampir tenggelam di Perairan Bangka.

Lantaran ingin menyelamatkan kapal ini berikut ABK, sehingga sebagian muatan gas harus dibuang ke laut.

"Itu yang hanyut tidak ada pergantian, itu kerugian kami Rp300 juta. Ini punya Aan (PT Belitong Petrosindo), tapi kami tanggung-jawab, kami sewa kapal, karena kapal yang digunakan itu balik lagi ke Bangka, jadi kami sewa, untuk membawa gas epliji," jelasnya.

Menurut dia, gas elpiji tersebut merupakan tanggung jawab Afa. Ia pun mengaku, mengetahui tentang prosedur pengiriman dan penyaluran gas elpiji tersebut.

"Kecuali semua tenggelam, itu beda cerita lagi. Surat jalan saja belum dibuka. Kami pakai truk ini, karena truk agen tidak cukup, jadi pakai mobil kami, ditambah lagi perusahaan sibuk lebaran (Imlek), kami juga begitu. Ini juga baru kali ini saya gunakan mobil saya, selama ini tidak mau saya," tegasnya. (Posbelitung.co/Disa)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved