Breaking News:

Berita Kriminalitas

Gara-gara Ditegur Adik karena Cekcok dengan Istri, Kakak Tega Bacok Adik,Pelaku Alami Gangguan Jiwa

Su warga Warga Desa Cambai, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh kakak kandungnya sendiri Suw.

Posbelitung.co
Ilustrasi pembacokan yang dilakukan kakak kandung terhadap adiknya. Korban luka parah akibat terkena sabetan parang. 

"Saya melihat darah bersimbah di luar kamar mandi, saya langsung naik darah langsung sekali tahu Su di aniaya kakaknya," lanjutnya.

Sup menyebutkan pelaku (SU-red) memang mengalami ganguan kejiwaan dan sudah 4 kali masuk RSJ Sungailiat.

"Memang pelaku kurang beres, ada gangguan jiwa  karena orang seperti itu tidak pikir panjang. Dia (pelaku-red) sudah empat kali masuk rumah sakit jiwa," ungkap Sup.

Begini Kondisi Korban Pembacokan

Su  warga Desa Cambai Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah menjadi korban pembacokan oleh kakak kandungnya, Suw , Minggu (14/2/2021) saat ini sedang dalam perawatan di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang.

Ibu korban, Sun menyebutkan saat ini anaknya Su sudah dilakukan operasi, namun masih mengeluh kesakitan.

"Sudah dioperasi sejak pukul 18.00 WIB tadi dan sudah dijahit. Namun SG sangat merasakan kesakitan," ucapnya.

Sementara ayah korban, Sup menyebutkan terdapat 7 luka yang dialami korban mulai dari tiga di kepala, 4 di tangan kiri.

"Ada tujuh luka, pertama di kepala ada tiga luka sobekan, jari hampir putus dan tangan kiri sebanyak tiga kali," ungkap Sup keada Bangkapos.com saat ditemui di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang. 

Sementara kakak korban Sum (30) menyebutkan dirinyapun syok saat melihat adik bungsunya terkapar dengan bersimbah darah.

Diakuinya, kejadian itu setelah pelaku tidak terima ditegur oleh korban saat pelaku bersama istrinya sedang cekcok.

"Setelah kejadian datang ke situ dan lihat adik bungsu sudah terkapar langsung mengajak warga untuk membawa ke rumah sakit. Saat itu ibu saya yang ikut dan saya masih menunggu kepolisian yang ingin olah TKP," ucapnya.

Setelah itu barulah dirinya berserta keluarga lainnya menyusul ke rumah sakit RSUD Depati Hamzah.

Sum  berharap pelaku yang merupakan adiknya, Suw segera ditangkap dan kembali ke rumah sakit jiwa, sebab pelaku mengalami hamghuan jiwa.

"Harapannya pelaku ditangkap secapatnya dan bisa dibawa ke rumah sakit jiwa Sungailiat karena pelaku memang ada gangguan jiwa," harapnya.

"Belum tenang kalau belum ditangkap oleh polisi, karena takutnya menganggu orang lain. Kita pahamlah kalau orang seperti itu bahaya," ungkap Sum.

(Bangkapos.com/Widodo)

Penulis: Widodo
Editor: nurhayati
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved