Breaking News:

Berita Belitung Timur

Masuk Musim Demam Berdarah, Dinkes Belitung Timur Imbau Masyarakat Bebersih, Jangan Tunggu Kena

Dini Wahyuni mengatakan saat ini sedang berlangsung musim demam berdarah dimana jentik-jentik tengah berkembang biak

Pos Belitung/Jaryanto
ILUSTRASI Petugas Dinkes Kabupaten Belitung melakukan fogging bertujuan mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Belitung Timur, kasus demam berdarah pada Desember 2020 tercatat ada 13 kasus dan Januari 2021 tercatat sebanyak 21 kasus demam berdarah, baik demam dengue (DD) maupun demam berdarah dengue (DBD).

Sedangkan data dari RSUD Belitung Timur mencatat ada 15 kasus pada Desember 2020, 23 kasus dengan satu kematian pada Januari 2021, dan sampai 13 Februari 2021 ada 15 kasus DD dan DBD.

Kepada posbelitung.co, Minggu (14/2/2021), Kasi Pengendalian Penyakit Menular Dini Wahyuni mengatakan saat ini sedang berlangsung musim demam berdarah dimana jentik-jentik tengah berkembang biak. Hal ini harus diantisipasi oleh masyarakat, satu caranya yaitu mengecek secara berkala tempat penyimpanan air di rumah apakah ada jentiknya atau tidak.

Selain itu, lanjut Dini, masyarakat bisa melakukan bersih-bersih lingkungan di rumah sendiri dan sekitarnya. Dini bilang kebersihan merupakan kunci dari pemberantasan virus dengue yang disebabkan oleh nyamuk demam berdarah.

"Kesadaran masyarakat sangat penting. Jangan sampai menunggu kita atau keluarga kita yang kena baru mau bersih-bersih. Karena selama ini seperti itu, kesadaran muncul hanya pada saat anggota keluarga yang kena," tegas Dini saat dihubungi posbelitung.co, Minggu.

Ia menilai peran desa setempat juga sangat penting demi mencegah terjadinya demam berdarah. Ia menyebutkan ada beberapa desa yang menjadi 'langganan' kasus setiap tahunnya. Ia ingin agar desa-desa ini bisa melakukan langkah-langkah antisipatif lebih cepat agar tidak ada kasus demam berdarah lagi.

Ia menyarankan agar kader jumantik diaktifkan kembali supaya kuantitas jentik bisa terkontrol. Bahkan ia ingin setiap satu rumah ada satu kader jumantik agar demam berdarah tidak lagi menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat.

Dikatakannya, pencegahan berupa fogging (pengasapan) belum terlalu efektif karena hanya mematikan nyamuk dewasa. Sedangkan untuk jentik-jentik nyamuk tetap berkembang.

"Kami juga sudah melakukan beberapa penyuluhan terkait pencegahan demam berdarah ini ke beberapa fasilitas kesehatan ataupun langsung datang ke rumah yang terdampak," kata Dini.

Ia menambahkan pihaknya juga sudah menyediakan bubuk abate di setiap puskesmas yang bisa didapatkan secara gratis oleh masyarakat. Bubuk abate ini berguna untuk mematikan jentik-jentik nyamuk yang ada di genangan atau tempat penyimpanan air.

"Semoga kita tetap menjalankan pola hidup bersih dan sehat. Juga tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19," tutup Dini. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Penulis: Bryan Bimantoro
Editor: Khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved