Breaking News:

Berita Belitung

Demi Dapatkan Gas Subsidi, Ibu Ini Rela Antri Gas Melon sambil Gendong Bayinya

Seorang perempuan menggunakan jaket warna kuning, celana motif hitam putih, senin (15/2/2021) datang ke satu toko

Posbelitung.co/Disa Aryandi
Teni (menggunakan jaket kuning), Senin (15/2) ketika mengantre gas LPG 3 Kg disalah satu toko beralamat di Jalan Lettu Mad Daud Tanjungpandan. 

POSBELITUNG.Co , BELITUNG -- Seorang perempuan menggunakan jaket warna kuning, celana motif hitam putih, senin (15/2/2021) datang ke satu toko beralamat di Jalan Lettu Mad Daud, Kelurahan Parit, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Perempuan bernama Teni itu, menenteng satu tabung gas melon atau gas LPG 3 kilogram (Kg) dalam keadaan kosong.

Tiba di area pertokoan sekitar pukul 10.00 WIB, dan langsung berbaris bersama pembeli gas melon lain.

Warga Desa Aik Rayak, Tanjungpandan itu, baru mendapat gas LPG setelah mengantre cukup panjang, sekitar pukul 12.00 WIB. 

Selama menunggu antrean, perempuan ini membawa bayi berusia enam bulan. Bayi lelaki ini, digendong olehnya dibawah terik matahari menggunakan kain gendong warna coklat.

Pedagang mie ayam tersebut, tidak bisa meninggalkan putranya, lantaran tidak ada keluarga yang bisa menjaga, sehingga harus dibawa, untuk mendapatkan gas LPG subsidi tersebut.

"Ya mau bagaimana lagi, dari pada kami tidak dapat gas. Tadi aku juga sempat di duluin orang, baru dapatnya sekarang (sekitar pukul 12.00 WIB," ungka[ Teni kepada posbelitung.co, senin (15/2/2021) usai mengantre gas LPG.

Menurutnya, sudah beberapa hari ini keliling mencari gas LPG 3 Kg. Gas tersebut, dipergunakan olehnya, keperluan memasak dan berdagang mie ayam.

"Ini tahunya dari teman bilang ada jual gas disini. Jauh sih dari rumah, tapi mau bagaimana lagi," ucapnya sembari pamit, "aku mau minum dulu ya, habis kepanasan."

Jarak rumah Teni ke tempat penjual gas LPG ini, mencapai sekitar 7 kilometer (km).

Tidak hanya Teni saja mengantre sembari menggendong bayi, agar mendapat gas LPG ini, tetapi ada beberapa orang lagi.

Beberapa bocah lelaki usia pelajar, dan perempuan serta lelaki berusia diatas 50 tahun, mengantre untuk mendapatkan gas LPG tersebut, tanpa menghiraukannya sosial distancing.

(Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved