Breaking News:

Berita Belitung

Rayakan Ultah di Tempat Hiburan Malam, Seorang Wanita Kena Pukulan Botol

Dipicu rasa cemburu karena pacarnya selingkuh, seorang wanita memukul kepala selingkuhannya menggunakan botol di sebuah tempat hiburan malam

net
Ilustrasi pemukulan 

POSBELITUNG.CO - Dipicu rasa cemburu karena pacarnya selingkuh, seorang wanita memukul kepala selingkuhannya menggunakan botol di sebuah tempat hiburan malam pada Senin (15/2) sekitar pukul 02.00 WIB.

Akibatnya korban berinisial Tmr (23) mengalami luka robek di kepala kiri dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Belitung.

Sedangkan pelaku berinisial Sla (32) mendekam di sel Mapolres Belitung dan terancam Pasal 351 ayat (2) subsider Pasal 351 ayat (1) dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

"Kami sudah mengupayakan damai antara kedua belah pihak tapi karena pelapor ingin dilanjutkan, jadi kami proses. Pemicunya dikarenakan cemburu," ujar Kanit PPA Sat Reskrim Polres Belitung, Bripka Lartha Angela kepada Pos Belitung, Selasa (16/2).

Ia menjelaskan, kronologis berawal saat korban sedang merayakan ulang tahunnya bersama rekannya di sebuah tempat hiburan malam pada Senin (15/2) dini hari. Tiba-tiba pelaku bersama satu temannya mendatangi meja korban dan bertanya apakah korban mengenali pelaku.

Kemudian, pelaku mengambil botol minuman beralkohol dan memukul kepala korban. "Jadi pelaku sempat bertanya kao kenal ke dengan aku (kamu kenal dengan saya), korban menjawab tidak. Beberapa kali bertanya lalu memukul korban dengan botol," jelas Lartha.

Berdasarkan pengakuan pelaku, keduanya sempat saling chatingan sekitar November 2020 lalu ketika dirinya mendapat informasi bahwa korban selingkuh dengan pacarnya. Meskipun sempat marah namun keduanya tidak pernah bertemu hanya sebatas di media sosial.

Kebetulan pada Senin (15/2) itu, keduanya bertemu di sebuah acara valentine yang diselenggarakan tempat hiburan malam.

"Pelaku ini teringat ketika ada ucapan ulang tahun kepada korban di layar. Jadi pelaku langsung mendatangi korban dan terjadilah penganiayaan itu," kata Lartha. (Posbelitung.co/Dede Suhendar)

Penulis: Dede Suhendar
Editor: Khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved