Breaking News:

Berita Belitung

Wabup Belitung Sebut Solusi Gas LPG 3 Kg Ada Pada Pertamina, Keluarkan Izin Operasional SPBG

Wakil Bupati (Wabup) Belitung Isyak Meirobie, Rabu (17/2/2021) angkat bicara tentang permasalahan gas LPG di Kabupaten Belitung.

Posbelitung.co/Disa Aryandi
Ratusan orang secara bergantian, senin (15/2/2021) mengantri Gas LPG 3 Kg di salah satu toko di Jalan Lettu Mad Daud, Tanjungpandan, Belitung. 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Wakil Bupati (Wabup) Belitung Isyak Meirobie, Rabu (17/2/2021) angkat bicara tentang permasalahan gas LPG di Kabupaten Belitung.

Solusi terhadap gas LPG, terutama gas LPG 3 kilogram (kg) atau subsidi tersebut, ada pada PT Pertamina Tbk.

Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung dalam mengatasi persoalan ini, tidak memiliki kewenangan apapun. Pemkab hanya sebatas memberikan imbauan dan memonitor persoalan.

"Kami tidak boleh menindak. Sudah dilihat ada penyelewengan, kami tidak boleh menindak, karena ini kewenangan provinsi. Kemudian, tata kelola atau manajemen distribusi yang buruk menjadi permasalahan," kata Isyak kepada Posbelitung.co.Rabu (17/2/2021)

Ia berani mengatakan manajemen buruk, lantaran warga diminta konversi dari minyak tanah ke gas LPG.

Tabung gas LPG 3 kg bertulisan untuk rakyat miskin diberikan secara gratis.

"Tapi kenyataannya tidak semua tabung itu ada tulisan untuk rakyat miskin. Kenapa?, karena ini banyak dikirim secara liar. Misal, 100.000 tabung dari Pertamina, muncul menjadi satu juta tabung, ada selisih 900.000 tabung, selisih ini siapa yang menyediakan," ungkap Isyak.

Tabung liar tersebut, kata dia, tidak pernah tercatat pada data Pertamina, sehingga tidak pernah diketahui tabung gas LPG tersebut milik siapa. 

"Tabung-tabung baru ini dibeli dari tempat lain, sampai kapan pun ini tidak akan selesai. Hanya satu jawaban sekarang ini, SPBG (Statiun Pengisian Bahan Bakar Gas) harus cepat beroperasi. Hanya saja izin nya di Kementerian ESDM," jelasnya.

Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem), lanjut Isyak, sudah bersurat ke Kementerian ESDM, permohonan izin operasional darurat SPBG tersebut.

"Tapi sampai sekarang pertamina masih berkoordinasi dengan ESDM, padahal dari Direktur Ritel Pertamina sudah whatsapp saya, itu boleh di operasikan. Pengelola SPBG sudah siap, tapi pertamina tidak bergerak. Kalau dari segi penyaluran kalau manajemen buruk, sampai kapanpun akan buruk hingga kebawah," bebernya.

Apabila SPBG tersebut beroperasi, tabung gas LPG 3 kg tidak akan dikirim ke luar Belitung.

Hanya saja pada tabung gas LPG perlu ditambahkan barcode, agar tidak ada masyarakat yang mengisi gas LPG double dalam satu atau dua hari.

"Karena kalau sudah pakai barcode, sudah sudah terdata secara otomatis, pada hari-hari selanjutnya dia bisa mengisi kembali. Ya kalau seperti ini, kembali seperti zaman batu, tabung tuker, dan ngantri. Kalau melihat kondisi sekarang, operasikan SPBG segera, banjiri pasaran, berikan lebel pada tabung secara digital," ungkap Isyak. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved