Breaking News:

Berita Kriminalitas

Kejari Belitung Terima Pelimpahan Kasus Pengrusakan Lingkungan Reklamasi Ilegal dari KLHK

Kejari Belitung menerima pelimpahan tersangka berikut barang bukti atau tahap dua dari penyidik PNS Ditjen Gakkum

Posbelitung.co/Dede Suhendar
Kejari Belitung melalukan penahanan terhadap tersangka setelah menerima tahap dua bersama jaksa Jampidum Kejagung RI dan penyidik PNS Ditjen Gakkum KLHK, Kamis (18/2/2021) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Kejari Belitung menerima pelimpahan tersangka berikut barang bukti atau tahap dua dari penyidik PNS Ditjen Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama jaksa Jampidum Kejagung RI pada Kamis (18/2/2021).

Tersangka berinisial TI merupakan pengembangan dua kasus korporasi dugaan pengrusakan lingkungan dengan cara melakukan reklamasi ilegal dan merusak mangrove di bibir pantai Desa Air Saga dan Kelurahan Tanjungpendam, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Setelah diperiksa beberapa jam dan menjalani rapid test dengan hasil non reaktif, tersangka TI langsung ditahan oleh JPU Kejari Belitung di Lapas Kelas IIB Tanjungpandan selama 20 hari ke depan.

"Untuk tersangka ini dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan. Peran tersangka dalam perkara ini sebagai kontraktor dalam kegiatan reklamasi ilegal yang menyebabkan kerusakan lingkungan," ungkap Kasi Pidum sekaligus Plh Kajari Belitung Suwandi kepada Posbelitung.co.

Ia mengatakan tersangka diduga melakukan tindak pidana lingkungan hidup berupa pengrusakan lingkungan dan kegiatan tanpa memiliki izin lingkungan yang diatur dalam Pasal 98 dan Pasal 149 juncto Pasal 116 ayat (2) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Jaksa Fungsional Jampidum Kejagung RI James Edi menambahkan bahwa perkara tersebut berawal dari Ditjen Gakkum KLHK dan penanganannya dilakukan Jampidum Kejagung RI mulai dari penerbitan SPDP sampai berkas pertama.

Setelah berkas dinyatakan lengkap maka penyerahan tersangka dan berkas perkara dilakukan di lokasi kejadian yaitu Kejari Belitung untuk selanjutnya dilimpahkan ke pengadilan.

"Selanjutnya nanti kita lihat diproses persidangan. Karena seperti perkara sebelumnya kami masuk dalam tim JPU maka kami akan turun ke persidangan," katanya. 

Sementara itu, Kepala Sub Direktorat Penyidikan Pengrusakan Lingkungan, Kebakaran Hutan dan Lahan, Dirjen Gakkum KLHK Firdaus Alim Domopolii menambahkan perkara tersebut merupakan pengembangan dari dua korporasi yang diduga melakukan pengrusakan lingkungan dengan cara reklamasi ilegal sehingga merusak mangrove di Desa Air Saga dan Kelurahan Tanjungpendam.

"Sebenarnya kasus ini sudah berlangsung dari 2019 lalu, jadi tersangka TI ini merupakan pengembangan kasus dari dua korporasi yang diduga melakukan pengrusakan lingkungan," kata Firdaus.

Ajukan Penangguhan Penahanan

Kuasa hukum tersangka TI dari Kantor Advokat/Konsultan Hukum dan Pengurus Kurator Kepailitan Adystia Sunggara and Assosiates Ahmad Albuni mengatakan pihaknya telah mengajukan surat penangguhan penahanan atau mengalihkan status menjadi tahanan rumah.

Penangguhan diajukan dikarenakan proses pengambilan bukti dan penyidikan telah dilakukan oleh KLHK sehingga tidak relevan dilakukan penahanan.

Oleh sebab itu dirinya masih menunggu jawaban atas disposisi dari pengajuan yang telah disampaikan sebelum kliennya ditahan oleh Kejari Belitung.

"Upaya hukum sementara ini kami hanya mengajukan penangguhan penahanan. Mengingat lagi proses dari mulai pengambilan barang bukti sudah semua, jadi tidak relevan lagi ditahan, karena tahap penyidikan sudah dilakukan KLHK dan tinggal menunggu sidang saja," katanya.

Meskipun demikian, dirinya tetap mengikuti proses di Kejari Belitung termasuk penahanan terhadap kliennya selama 20 hari ke depan. (Posbelitung.co/Dede Suhendar)

Penulis: Dede Suhendar
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved