Breaking News:

Berita Belitung Timur

Refocusing Dana Desa 8 Persen Fokus Pada Tiga Prioritas Ini, Pencairannya Tinggal Tunggu Waktu

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Belitung Timur, Ida Lismawati menyampaikan refocusing anggaran dana desa

Istimewa
Ilustrasi Dana Desa. Refocusing anggaran Dana Desa sebesar 8 persen difokuskan pada tiga prioritas yakni penanganan Covid, penyaluran BLT dan sasaran Sustainable Development Goals (SDGs). 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Belitung Timur, Ida Lismawati menyampaikan refocusing anggaran dana desa sebesar 8 persen difokuskan pada tiga prioritas yakni penanganan Covid-19, penyaluran BLT dan sasaran Sustainable Development Goals (SDGs).

Kendati demikian, Ida menjelaskan berkenaan penanganan Covid-19 melalui dana desa kemungkinan belum terealisasi pada pencairan dana desa tahap pertama, karena instruksi menteri keuangan terlambat diterima.

"Penggunaan dana desa itu instruksi menkeu minggu kemarin diterima. Sebelumnya, sedangkan sudah 21 desa yang pencairan. porsi kami dana desa itu 8 persen dialokasikan atau fokus untuk penanganan Covid, BLT dan SDGs,"  kata Ida, Kamis (18/2/2021) kepada Posbelitung.co.

Berkenaan dengan BLT, menurutnya sudah lebih dulu dimasukkan dalam APBDes sehingga pencairannya hanya menunggu waktu.

Nantinya akan ada tim penanganan untuk mengawal atau mengontrol apakah benar sudah terpenuhi 8 persen dana desa untuk penanganan Covid-19.

"Artinya adanya instruksi bakal ada pergeseran anggaran APBDes. Dimungkinkan perubahan APBDes lebih dari satu kali seperti kejadian tahun 2020," jelasnya.

Ida mengaku telah melakukan pembahasan dengan jajaran pemerintahan Ddsa sebagai percepatan untuk memastikan refocusing APBDes sebesar 8 persen,

"Hasilnya, refocusing bakal dilakukan setelah perubahan APBDes atau menunggu pencairan dana desa tahap II," ujarnya.

Dia berpendapat refocusing tidak akan berpengaruh terhadap kinerja pemerintahan desa. Namun ada beberapa kegiatan yang sudah ditetapkan desa mengalami pergeseran, pengurangan bahkan penundaan karena kebijakan 8 persen.

"Minimal di tahap kedua, perintah refocusing dana desa sudah dilaksanakan oleh desa," ujarnya.

Ida menambahkan pada dasarnya desa telah merencanakan anggaran penanganan Covid-19 kedalam APBDes. 

Hanya saja, anggaran yang disiapkan bukan dari dana desa. Walaupun refocusing 8 persen dana desa belum dilakukan, upaya penanganan Covid=19 tetap berjalan. (Posbelitung.co/Suharli)

Penulis: Suharli
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved