Breaking News:

Berita Kriminalitas

Setelah Lihat Aksi Sadis Santo Bunuh Kakek Aripin, Jaksa Siapkan Tiga Pasal, Maksimal Hukuman Mati

Setelah melihat aksi sadis tersangka Santo, Jaksa Kejari Belitung meyakini dapat menerapkan pasal dengan ancaman maksimal hukuman mati.

posbelitung.co /dede s
Tersangka Santo memukul kepala korban Aripin dengan batu saat rekontruksi, Kamis (18/2/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Setelah melihat aksi sadis tersangka Santo, Jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung meyakini dapat menerapkan pasal dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Jajaran Sat Reskrim Polres Belitung, Polsek Badau dan Jaksa Kejari Belitung menggelar rekontruksi kasus pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan kakek Aripin (56) meninggal dunia, Kamis (18/2/2021).

Tersangka Santo (26) memeragakan 24 adegan yang berlangsung di lokasi kejadian Jalan Jawa, Desa Cerucuk, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung.

Berdasarkan hasil rekontruksi, penuntut umum Kejari Belitung M Aulia Perdana menilai perbuatan tersangka dapat diterapkan tiga pasal yaitu Pasal 340 KUHPidana pembunuhan berencana, Pasal 338 KUHPidana pembunuhan dan Pasal 365 ayat (3) KUHPidana.

"Kalau kami lihat dari hasil rekontruksi tadi ada tiga pasal yang bisa diterapkan. Sementara ini untuk proses hukum baru SPDP mungkin setelah ini nanti berkasnya masuk," ujar Aulia kepada posbelitung.co.

Adegan dimulai saat tersangka datang ke rumah korban sekitar pukul 21.00 WIB dengan posisi mabuk setelah menelan obat batuk dua papan ditambah meminum tuak dan menghirup aroma lem aibon.

Lalu, tersangka mengetuk pintu kamar korban dan memanggil korban beberapa kali sembari menyampaikan maksud kedatangannya meminjam motor.

Namun sebelum korban keluar, tersangka justru mengambil batu di depan pintu dan menyembunyikan di tangan kanannya.

Setelah korban keluar, tersangka memukul dengan batu sebanyak dua kali hingga terjatuh. Korban sempat bangkit dan mencekik tersangka.

Akhirnya tersangka menghabisi nyawa korban dengan memukul menggunakan batu sebanyak 12 kali dan membawa kabur sepeda motor.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Belitung AKP Chandra Satria Adi Pradana mengatakan alasan rekontruksi dilakukan di lokasi kejadian dikarenakan hanya tersangka yang mengetahui kronologis kejadian.

Selain itu, untuk menyakinkan pihak kejaksaan tentang adanya sebuah tindak pidana.

Namun, demi proses kelancaran dan keamanan, rekontruksi dijaga oleh Sabhara dan Polsek Badau

"Rekontruksi ini digelar karena tidak ada saksi yang tahu kronologis hanya tersangka sendiri. Kalau saksi cucu korban melihat pasca kejadian," kata Chandra. (posbelitung.co /dede s)

Penulis: Dede Suhendar
Editor: Eltjandring
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved