Breaking News:

Berita Belitung

Hasil Rapat Pemprov Bangka Belitung HET Gas LPG 3 Kg Rp 19.000, Belum Diberlakukan Tunggu Ini

Satu diantara point dibahas pada rapat itu, tentang penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) Gas LPG 3 Kg tahun 2021. HET gas subsidi tersebut,Rp 19.000

Penulis: Disa Aryandi
Editor: nurhayati
Posbelitung.co/Disa Aryandi
Satu unit kapal kayu berbobot sekitar 29 grosstone (GT), selasa (16/2/2021) ketika hendak melakukan bongkar muat di Pelindo II Cabang Tanjungpandan, Belitung 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG --  Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Kabupaten Belitung H Syamsudin beberapa waktu lalu telah melakukan pembahasan tentang gas LPG 3 kilogram (Kg) di Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Babel).

Satu diantara point dibahas pada rapat itu, tentang penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) Gas LPG 3 Kg tahun 2021. HET terhadap gas subsidi tersebut, Rp 19.000 per tabung.

"Itu HET terbaru, tapi belum ada dituangkan dalam (surat keputusan) gubernur. HET ini kewenangan provinsi, jadi yang menetapkan pak Gubernur," kata Syamsudin kepada Posbelitung.co, Jumat (18/2/2021).

HET gas LPG 3 Kg masih berlaku sekarang ini, Rp 15.900 per tabung. Apabila sudah ada keluar SK Gubernur, maka harga tersebut secara otomatis tidak berlaku lagi, alias mengacu kepada SK Gubernur terbaru.

"Termasuk Belitung mengacu ke itu. Rp 19.000 pertabung itu radius perjalanan 60 kilometer. Ini mengalami kenaikan, karena ada pertimbangan pajak," jelasnya.

Sedangkan HET gas LPG 3 Kg, peruntukan Kecamatan Selat Nasik, Desa Pulau Seliu, dan Pulau Sumedang Kecamatan Membalong, lantaran berbeda daratan dengan Belitung, sudah disepakati memiliki HET berbeda.

Namun HET ini belum ditetapkan, lantaran harus dilakukan rapat terlebih dahulu, dan penganalisaan tentang biaya pengangkutan menggunakan kapal laut.

"Ini nanti akan dirapatkan pada tingkat kabupaten, karena kemarin itu saat pembahasan di atas radius 60 kilometer, ada biaya tambahan sebesar Rp 11,5 per kilometer," ucapnya.

Menurutnya mungkin acuan biaya tambahan sebesar Rp 11,5 per kilometer (Km) tersebut, hitungan daratan. Pasalnya selama ini, biaya tambahan untuk ke pulau-pulau, khusus Pulau Seliu dan Selat Nasik Rp 1.000 pertabung dari harga HET.

"Kalau Pulau Sumedang, karena jarak nya lebih jauh, Rp 2.000 pertabung. Tapi kami akan analisa lagi berapa ongkos pengangkutan tabung itu, setelah dirapatkan baru nanti diusulkan kembali ke provinsi untuk ditetapkan menjadi SK HET gas LPG," jelas Syamsudin. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved