Breaking News:

Berita Belitung

Jual Gas Subsidi di Atas HET,Warga Bisa Laporkan Pangkalan atau Agen 'Nakal' Melalui Call Center 135

Relation & CSR MOR II PT Pertamina Umar Ibnu Hasan mengatakan, pihak Pertamina secara langsung bisa menerima aduan dari siapa saja

Posbelitung.co/Disa Aryandi
Ratusan orang secara bergantian, Senin (15/2/2021) mengantri Gas LPG 3 Kg di salah satu toko di Jalan Lettu Mad Daud, Tanjungpandan, Belitung. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Relation & CSR MOR II PT Pertamina Umar Ibnu Hasan mengatakan, pihak Pertamina secara langsung bisa menerima aduan dari siapa saja, tentang pendistribusian, atau pangkalan 'nakal' memainkan harga gas LPG subsidi 3 kilogram (Kg), melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.

Pelapor cukup menyampaikan melalui Call Center 135. Data diperlukan dari pelapor, foto pangkalan atau agen tersebut, dan disampaikan apa menjadi keluhan, disertai bukti.

Identitas pelapor Whistleblowing System (WBS) tetap dirahasiakan.

Pengaduan WBS tersebut meliputi korupsi, suap, konflik kepentingan, pencurian, kecurangan, penyimpangan atas laporan keuangan serta pelanggaran hukum dan aturan perusahaan. 

"Kami berterima kasih sekali apabila ada warga atau siapapun yang melaporkan tentang itu. Laporan itu tetap di tindaklanjuti, dan akan ada tim turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan,"  ungkap Umar kepada Posbelitung.co, Jumat (18/2/2021).

Call center tersebut, berlaku bukan hanya pengaduan pendistribusian gas LPG saja, tetapi berbagai produk pertamina seperti BBM dan pelumas.

"Call center ini dibuat oleh Pertamina, untuk memotret perilaku dan kebutuhan konsumen yang berbeda-beda, dan unik di zaman sekarang ini. Di sini kami mengukur kepuasan pelanggan, dan secara aspek bisnis mampu meningkatkan revenue perusahaan terutama di sisi hilir Pertamina," ujarnya.

Selain pusat nomor pengaduan, call center ini dapat melayani masyarakat yang memerlukan informasi mengenai produk BBM, LPG dan pelumas.

"Serta saran dan kritikan bisa disampaikan oleh masyarakat melalui call center itu," ucapnya. 

Tabung gas elpiji ukuran 3 kg yang disubsidi oleh pemerintah untuk rakyat miskin
Tabung gas elpiji ukuran 3 kg yang disubsidi oleh pemerintah untuk rakyat miskin (Tribunnews)

Dilakukan Pendataan Ulang, Wacara Penggunaan Kartu Kendali

Penerima gas LPG subsisi 3 kilogram (Kg) di Kabupaten Belitung, rencana akan dilakukan pendataan ulang.

Pendataan ulang ini, menyusul ada kelangkaan gas LPG subsidi pada kalangan masyarakat sering terjadi.

"Ada rencana untuk itu kemarin (pendataan ulang), tapi belum tau kapan. Ini keperluan nya untuk membuat kartu kendali, dan sudah di wacana seperti itu," kata Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Kabupaten Belitung H Syamsudin kepada Posbelitung.co, Jumat (18/2/20218).

Bentuk kartu kendali ini, kata dia, belum bisa diprediksi, apakah berbentuk kartu biasa atau gesek. Namun kartu prediksi ini, sangat diperlukan, agar penyaluran gas LPG subsidi tepat sasaran.

"Termasuk kuota, ada penambahan rencana, tapi belum bisa dipastikan berapa banyak, karena itu peruntukan Bangka Belitung, nanti Belitung kebagian berapa belum tau," ucapnya.

Kondisi gas LPG subsidi 3 Kg sekarang ini, dari segi penyaluran sebagian sudah diterima masyarakat. Ada yang membeli Gas LPG dari pangkalan, ada melalui eceran.

"Tapi sebetulnya, kalau subsidi ini tidak boleh lagi diecer, karena hanya pangkalan yang boleh menjual. Soalnya disitulah terjadi kenaikan harga, karena ada bicara soal keuntungan disitu, ini seharusnya tidak boleh," jelasnya.

Namun, menurutnya, Pemerintah Kabupaten Belitung dalam hal ini, tidak memiliki kewenangan dari segi pengawasan dan penindakan.

"Pengawasan semua di provinsi, dan kami hanya bisa memantau saja, dan memonitor saja, kalau ada keluhan tetap kami sampaikan ke provinsi," bebernya.

Ratusan orang secara bergantian, mengantri Gas LPG 3 Kg di salah satu toko di Jalan Lettu Mad Daud, Tanjungpandan, Belitung, senin (15/2/2021).
Ratusan orang secara bergantian, mengantri Gas LPG 3 Kg di salah satu toko di Jalan Lettu Mad Daud, Tanjungpandan, Belitung, senin (15/2/2021). (Pos Belitung/Disa Aryandi)

Gas LPG 3 Kg Bakal Naik Rp 19.000 Per Tabung

Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Kabupaten Belitung H Syamsudin beberapa waktu lalu telah melakukan pembahasan tentang gas LPG subsidi 3 kilogram (Kg) di Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Babel).

Satu diantara point dibahas pada rapat itu, tentang penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) Gas LPG 3 Kg tahun 2021. HET terhadap gas subsidi tersebut, Rp 19.000 per tabung.

"Itu HET terbaru, tapi belum ada dituangkan dalam (surat keputusan) gubernur. HET ini kewenangan provinsi, jadi yang menetapkan pak Gubernur," kata Syamsudin kepada Posbelitung.co, Jumat (18/2/2021).

HET gas LPG 3 Kg masih berlaku sekarang ini, Rp 15.900 per tabung. Apabila sudah ada keluar SK Gubernur, maka harga tersebut secara otomatis tidak berlaku lagi, alias mengacu kepada SK Gubernur terbaru.

"Termasuk Belitung mengacu ke itu. Rp 19.000 pertabung itu radius perjalanan 60 kilometer. Ini mengalami kenaikan, karena ada pertimbangan pajak," jelasnya.

Sedangkan HET gas LPG 3 Kg, peruntukan Kecamatan Selat Nasik, Desa Pulau Seliu, dan Pulau Sumedang Kecamatan Membalong, lantaran berbeda daratan dengan Belitung, sudah disepakati memiliki HET berbeda.

Namun HET ini belum ditetapkan, lantaran harus dilakukan rapat terlebih dahulu, dan penganalisaan tentang biaya pengangkutan menggunakan kapal laut.

"Ini nanti akan dirapatkan pada tingkat kabupaten, karena kemarin itu saat pembahasan di atas radius 60 kilometer, ada biaya tambahan sebesar Rp 11,5 per kilometer," ucapnya.

Menurutnya mungkin acuan biaya tambahan sebesar Rp 11,5 per kilometer (Km) tersebut, hitungan daratan. Pasalnya selama ini, biaya tambahan untuk ke pulau-pulau, khusus Pulau Seliu dan Selat Nasik Rp 1.000 pertabung dari harga HET.

"Kalau Pulau Sumedang, karena jarak nya lebih jauh, Rp 2.000 pertabung. Tapi kami akan analisa lagi berapa ongkos pengangkutan tabung itu, setelah dirapatkan baru nanti diusulkan kembali ke provinsi untuk ditetapkan menjadi SK HET gas LPG," jelas Syamsudin.

(Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved