Breaking News:

Berita Belitung Timur

Kasus Dugaan Pelecehan Oknum Dokter ke Pasien Sesama Jenis, IDI Tunggu Hasil Sidang Etik MKEK  

Kasus dugaan pelecehan seksual oleh oknum dokter H (35) di Puskesmas Mengkubang saat ini masih terus diproses oleh pihak-pihak terkait

posbelitung.co
Ketua IDI Belitung Timur dr Rudi Gunawan, SpAn. (Posbelitung.co/BryanBimantoro) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kasus dugaan pelecehan seksual oleh oknum dokter H (35) di Puskesmas Mengkubang saat ini masih terus diproses oleh pihak-pihak terkait.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Belitung Timur (Beltim), dr Rudi Gunawan, SpAn, Jumat (19/2/2021) mengatakan, pihaknya sudah melakukan fungsinya sesuai aturan, yaitu fungsi pembelaan dan fungsi pemeriksaan.

Kepada Posbelitung.co, petang ini, dr Rudi menyampaikan pihaknya tetap mengutamakan asas praduga tak bersalah dalam kasus yang dimaksud.

Ia mengaku sampai hari ini masih menunggu hasil sidang etik oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK).

"MKEK sudah melakukan pemeriksaan kepada pihak-pihak terkait. Nanti hasil dari sidang etik berupa rekomendasi itu akan dibawa ke sidang mediasi antara terlapor dengan pelapor. Rencananya mediasi akan dilakukan pada Senin (22/2/2021) besok," kata dia saat ditemui di ruang kerjanya.

dr Rudi bilang jika dalam mediasi itu menghasilkan kesepakatan sesuai hasil rekomendasi MKEK, maka kasus ini selesai. Tapi jika ada yang tidak terima pada hasil mediasi itu, maka kasus bisa dilanjutkan.

"Paling berat bisa sampai dikeluarkan dari organisasi IDI. Bisa juga memberi rekomendasi pencopotan surat izin praktik, bisa enam bulan atau 12 bulan. Tergantung seberapa banyak pelanggaran etik yang dilakukan dan terbukti. Ini untuk internal IDI ya, kalau di luar IDI seperti status ASN-nya itu urusan BKPSDM," kata dr Rudi.

Ia mengakui sebenarnya tidak ada laporan yang masuk ke IDI Beltim atas kasus ini. Namun, ia ingin menjaga marwah dan kehormatan profesi dokter di kalangan masyarakat. Karena dengan kasus ini, fasilitas kesehatan terkait pasti berdampak.

"Ini merupakan preseden buruk bagi dunia kedokteran. Jangan sampai kalau kita diam saja, dokter-dokter lain terkena imbasnya. Itu yang kita jaga," kata dr Rudi.

Ditemui terpisah, Kepala BKPSDM Belitung Timur, Yuspian, Jumat (19/2/2021) mengatakan, saat ini pihaknya sudah mulai melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak bersangkutan lewat tim yang sudah dibentuk.

Hasil dari pemeriksaan ini, lanjut dia, akan disampaikan ke bupati dan bupati lah yang nanti akan memutuskan, sesuai rekomendasi dari hasil kerja tim ini.

"Paling cepat selesai dalam tiga bulan. Paling berat hukumannya jika terbukti melakukan pelanggaran disiplin maka bisa dilepas status ASN-nya. Tapi balik lagi, tergantung keputusan bupati," kata Yuspian.

Mengenai pembebastugasan dari faskes terkait ia menghormati keputusan itu. Namun, ia menyarankan agar oknum dokter itu tetap bekerja. Hanya saja nanti saat bertugas dalam pelayanan harus ada pengawasan.

"Karena kita tetap utamakan asas praduga tak bersalah jadi selama dalam pemeriksaan tetap bisa bekerja. Dia tetap wajib dalam melaksanakan tugas," tegas Yuspian. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Penulis: Bryan Bimantoro
Editor: Fery Laskari
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved