Breaking News:

Berita Belitung

Sisihkan Seribu Sehari, Infaq Jariyah Belitung Perdana, Salurkan Kebutuhan Pokok ke Pondok Pesantren

Dua mobil pikap berisi bahan-bahan kebutuhan pokok memasuki halaman Pondok Pesantren At Taqwa, Desa Air Ketekok, Tanjungpandan, Jumat (19/2/2021).

Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Infaq Jariyah Belitung (Injab) saat menyalurkan kebutuhan pokok di Pondok Pesantren At Taqwa Desa Air Ketekok, Tanjungpandan, Jumat (19/2/2021). 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Dua mobil pikap berisi bahan-bahan kebutuhan pokok memasuki halaman Pondok Pesantren At Taqwa, Desa Air Ketekok, Tanjungpandan, Jumat (19/2/2021).

Beberapa pria yang keluar dari mobil langsung sigap menurunkan beras, gula, minyak goreng, dan beragam kebutuhan pokok lainnya. Mereka juga disambut pengelola panti dan para santri.

Inilah kali pertama gerakan yang diinisiasi para pemuda Belitung yang tergabung dalam Infaq Jariyah Belitung (Injab) mengantar sedekah para donatur.

Selama sebulan mengumpulkan donasi pada Januari, terkumpullah Rp 34,8 juta yang kemudian disalurkan berupa bahan kebutuhan pokok.

"Kalau ada donatur yang ingin menyisihkan rezeki misalnya recehan sehari Rp 1.000, di sekretariat tersedia celengan," kata Ketua Injab Sugiin.

Saat ini sekretariat Injab berada di Jalan Pattimura, dekat Simpang Saidan, Tanjungpandan.

Di sanalah, siapapun yang ingin bersedekah bisa mengambil celengan. Sedekah juga bisa disampaikan melalui transfer ke rekening Bank Syariah Mandiri 7149006146.

Di hari pertama penyaluran ini, mereka mendatangi lima pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Tanjungpandan dan Sijuk. Akan dilanjutkan pada Sabtu (20/2/2021) ke ponpes di Kecamatan Membalong.

Infaq Jariyah Belitung (Injab) saat menyalurkan kebutuhan pokok di Pondok Pesantren At Taqwa Desa Air Ketekok, Tanjungpandan, Jumat (19/2/2021).
Infaq Jariyah Belitung (Injab) saat menyalurkan kebutuhan pokok di Pondok Pesantren At Taqwa Desa Air Ketekok, Tanjungpandan, Jumat (19/2/2021). (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Penyaluran kebutuhan ponpes bukannya tanpa alasan. Pernah nyantri, ia pernah merasakan suasana saat menyantap hidangan. Sehingga kini, terpikir meringankan kebutuhan pokok bagi para santri agar uang yang biasanya dibelikan kebutuhan pokok, bisa digunakan untuk meningkatkan menu makanan.

"Kami di Injab ini hanya menyampaikan amanah umat, kami kurir atau jembatan yang menyampaikan sedekah," ucap Sugiin.

Pernah turut dalam gerakan serupa selama lebih dari setahun, Sugiin menyebut Injab sebagai gerakan yang berdiri di Kabupaten Belitung.

Tidak hanya terfokus pada penyaluran beras saja tapi juga berbagai kebutuhan pokok lain.

Tak hanya ke ponpes saja, keinginan ia bersama rekan yang tergabung dalam Injab, agar bisa menyalurkan sedekah ke orang-orang yang membutuhkan. Seperti anak yatim piatu dhuafa, bila perlu sampai ke panti.

"Harapan kawan-kawan tetap istiqamah menjalankan tugas sebagai kurir sedekah umat," tuturnya.(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved