Breaking News:

WIKI BELITUNG

Suak Parak Mangrove Park, Sulap Mangrove Sungai Kubu Bermodal Papan Bekas Perahu

Bermodalkan papan bekas perahu, rombongan Hermas Cs nekad membangun destinasi wisata baru di pinggiran Kota Tanjungpandan.

Dok/Herman
Bupati Belitung Sahani Saleh meninjau destinasi Suak Parak Mangrove Park di Desa Air Saga, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung. 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Bermodalkan papan bekas perahu, rombongan Hermas Cs nekad membangun destinasi wisata baru di pinggiran Kota Tanjungpandan.

Berkat kemauan yang kuat, perlahan area mangrove Sungai Kubu kini berhasil disulap menjadi wisata baru bertajuk Suak Parak Mangrove Park.

Meskipun belum selesai sepenuhnya, namun Herman beserta 16 rekannya berani melayani tamu setiap hari dengan suguhan 200 meter tracking mangrove dan susur Sungai Kubu sepanjang lima kilometer.

"Awalnya kami ngembangun ini swadaya mencari papan-papan bekas perahu di Ujung Tanjung. Kayunya kami nebang di daerah Batu Itam dan mulai posting di medsos," ungkap Herman kepada Posbelitung.co, Minggu (21/2/2021).

Menurutnya ide membangun Suak Parak Mangrove Park muncul saat pembangunan program KOTAKU di Jembatan Kubu.

Ia menilai selama ini wilayah Desa Air Saga masih vakum padahal posisinya berada di jalur pariwisata dan memiliki potensi mangrove di sepanjang pesisir sungainya.

Akhirnya Herman bersama rekannya mulai bergerak meminta persetujuan pemerintah desa setempat sebagai bukti legalitas komunitasnya.

Dua hari setelah membangun, perwakilan Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkunjung memberikan arahan tentang tata cara mengelola hutan mangrove.

"Lalu, setelah kami posting-posting itu datang lah Pak Isyak Meirobie cuma saya lupa tanggal berapa. Waktu itu kami malu dan takut juga karena tracking cuman sekeping papan, apalagi papan bekas," ungkapnya.

Hasil diskusi dengan Wakil Bupati Belitung, para pengurus mulai bergerak meminta bantuan dana CSR dari perbankan maupun instansi vertikal.

Bantuan dana segar tersebut membuat pengurus agak lega untuk membangun fisik utamanya tracking mangrove dan fasilitas lainnya.

Saat ini Suak Parak Mangrove Park memiliki 200 meter tracking dan satu unit perahu untuk susur sungai.

"Memang kalau tracking tidak terlalu banyak cuman kekurangan untuk spot atraksi seperti saung atau spot-spot foto," katanya.

Oleh sebab itu mewakili pengurus, Herman mengatakan pihaknya masih membutuhkan bantuan dana untuk merampungkan pembangunan.

Meskipun di sisi lain, kata dia, Pemdes Air Saga telah menganggarkan dana untuk membantu mendukung keberlangsungan Suak Parak Mangrove Park tersebut. ( Posbelitung.co / Dede Suhendar )

Penulis: Dede Suhendar
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved