Breaking News:

Mengenal Slow Travel, Tren Baru yang Terinspirasi dari Konsep Slow Food dan Slow City di Italia

Sekarang ini ada gaya baru berwisata yang mulai diminati banyak orang, yakni slow travel atau slow tourism.

Editor: Novita
Posbelitung.co/Suharli
Simulasi penerapan new normal di lokasi wisata Tebat Rasau, seorang wisatawan mengenakan face shield, sementara guide mengenakan masker saat mengantarkan wisatawan susur sungai, Rabu (1/7/2020) 

Hal ini ditujukan untuk menikmati perjalana selama aktivitas liburan berlangsung.

Di sisi lain, konsep slow travel atau slow tourism sering juga dikaitkan pada aspek pariwisata yang berkelanjutan atau sustainable tourism.

Hal tersebut berkaitan dengan sebuah upaya serius untuk membantu menjaga lingkungan melalui pariwisata.

Gaya liburan semacam ini konon tidak terlepas dari konsep slow food dan slow city yang digagas pertama kali di Italia pada 1980-an dan 1990-an.

Konsep slow travel sering dikaitkan dengan faktor transportasi dan mobilitas yang menyumbang banyak polusi akibat bahan bakar kendaraan.

Maka dalam hal ini slow travel yang digagas adalah liburan dengan transportasi yang memiliki emisi karbon rendah.

Sehingga dapat membantu mengurangi polusi udara serta menyimpan sumber daya energi yang mulai menipis.

Selain aspek tersebut di atas, slow travel juga memiliki banyak manfaat tidak hanya untuk lingkungan namun juga pada diri individu.

Slow tourism tidak menawarkan stres yang dapat dirasa oleh wisatawan sehingga bisa berwisata dengan lebih santai.

Hal ini dikarenakan dalam slow travel, wisatawan tidak tidak perlu merasa seperti harus mengejar target dan waktu saat sedang liburan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved