Breaking News:

Berita Belitung

Peringatan HPN 2021, Ketua Pokja Wartawan Belitung Sebut Wartawan Abal-abal Jadi Persoalan Terbanyak

Persoalan yang paling banyak yakni persoalan pers abal-abal. Sesatu yang semestinya tidak boleh ditolerir oleh kalangan pers sendiri

Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Potong tumpeng oleh Ketua Pokja Wartawan Belitung Fitriyadi alias Piping yang diberikan kepada Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie pada peringatan HPN 2021 di Hotel Bahamas, Tanjungpandan, Jumat (26/2/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Ketua Pokja Wartawan Belitung Fitriyadi (Piping) mengatakan cukup banyak persoalan internal pers. Hal tersebut disampaikannya saat peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2021 yang diadakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Belitung di Hotel Bahamas, Tanjungpandan.

"Persoalan yang paling banyak yakni persoalan pers abal-abal. Sesatu yang semestinya tidak boleh ditolerir oleh kalangan pers sendiri," ucap dia dalam sambutannya.

Bagi Piping, perlu dicatat bahwa selain sebagai penyakit bawaan, berkembangnya pers abal-abal atau tingkah laku abal-abal karena ada peluang. Peluang tersebut timbul karena adanya objek atau subjek berita yang mengandung penyakit serta kewajiban dan tanggung jawab sebagai pengelola kepentingan publik.

Selain itu, persoalan pers juga mengenai cara-cara menerjemahkan hak atas kebebasan berekspresi yang memungkinkan ada pluralisme pikiran dan pendapat. Hingga pada gilirannya pluralisme mendapat keberpihakan.

"Menjadi persoalan ketika keberpihakan itu menjadi sikap partisan. Semestinya keberpihakan pers berarti keberpihakan publik, bukan terhadap kekuatan politik atau aliran politik tertentu," sebutnya.

Padahal pers partisan dapat merendahkan diri karena kemungkinan melalaikan kewajiban dalam menjunjung profesionalisme, kode etik, juga standar jurnalistik.

Persoalan lainnya yakni pengaruh pemilik terhadap pers. Selain kemungkinan terlalu mengedepankan pers sebagai usaha ekonomi, pengaruh yang meresahkan publik ketika pemilik menjadi pelaku atau aktivis politik atau kekuatan politik tertentu.

"Saya atas nama pers menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas berbagai hiruk pikuk politik dan publik saat ini," kata Piping.

"Dalam berbagai kesempatan, kami mengingatkan pers, sekali-kali tidak boleh menjadi bagian dari hiruk pikuk itu, kecuali dalam batas fungsi pers untuk menyampaikan informasi kepada publik," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie menyampaikan bahwa profesi jurnalis merupakan profesi yang tak tergilas pandemi, justru naik daun. Hal tersebut karena publik membutuhkan jendela dunia agar mendapatkan informasi yang paling tepat. Makanya perlu didukung dengan transformasi yang cepat.

Halaman
12
Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: Khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved