Syukuran Warung Mie Aceh DWS, Dandim Sebut Pilihan Kuliner Baru Daya Tarik Wisata Belitung

Dandim 0414 Belitung Letkol Inf Mustofa Akbar bersama rekannya Muhamad Iqbal membuka Warung Mie Aceh Darmawangsa (DWS).

Penulis: Dede Suhendar | Editor: M Ismunadi
Syukuran Warung Mie Aceh DWS, Dandim Sebut Pilihan Kuliner Baru Daya Tarik Wisata Belitung - 20210228_mie-aceh-di-belitung-01.jpg
posbelitung.co /dede s
Wabup Belitung Isyak Meirobie menyerahkan potongan tumpeng kepada Dandim 0414 Belitung Letkol Inf Mustofa Akbar simbolis syukuran Warung Mie Aceh, Minggu (28/2/2021).
Syukuran Warung Mie Aceh DWS, Dandim Sebut Pilihan Kuliner Baru Daya Tarik Wisata Belitung - 20210228_mie-aceh-di-belitung-02.jpg
posbelitung.co/dede s
Suasana Warung Mie Aceh yang terletak di Jalan Gegedek, Kelurahan Kota, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Minggu (28/2/2021).

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Dandim 0414 Belitung Letkol Inf Mustofa Akbar bersama rekannya Muhamad Iqbal membuka Warung Mie Aceh Darmawangsa (DWS) yang terletak di Jalan Gegedek, Kelurahan Kota, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Penyerahan potongan tumpeng dari Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie kepada Dandim menjadi simbolis syukuran pembukaan warung pada Minggu (28/2/2021).

Menurutnya Dandim, kehadiran Warung Mie Aceh akan menambahkan pilihan kuliner bagi wisatawan yang berkunjung ke Negeri Laskar.

"Awalnya kami melihat potensi di Belitung yang akan berkembang khususnya wisata kuliner. Sehingga berinisiatif menambah menu pilihan bagi wisatawan dan semoga bisa menjadi daya tarik kunjungan wisatawan," ujar Dandim.

Tak hanya mie, Warung Mie Aceh juga menawarkan berbagai pilihan menu lainnya seperti nasi Aceh, martabak dan kwetiaw.

Demi menyesuaikan lidah masyarakat Belitung, menu andalan juga dikolabirasikan dengan campuran seafood, sapi dan kambing.

Untuk harga dibandrol mulai Rp 18 ribu sampai Rp 40 ribu dengan campuran daging sapi maupun kambing.

Selain itu, pengunjung juga bisa memilih racikan minuman khas Aceh seperti teh tarik, teh telor dan lainnya.

"Di sini juga ada kopi sanger artinya saling mengerti antara pembeli dan penjual. Jadi kalau pengunjung cuman punya uang Rp 2.000 mau pesen kopi itu bisa, karena kopinya kopi susu jadi penjualnya mengerti, ditambahin susu," katanya sembari tertawa.

Sementara itu, Muhamad Iqbal pemilik Warung Mie Aceh mengatakan warung miliknya memproduksi mie dengan racikan tersendiri tanpa pengawet dan fresh.

Bahkan untuk juru masak didatangkan dari cabang sebelumnya yang sudah mendapat pelatihan.

"Bedanya itu di bumbu dan kontur mie kuningnya. Banyak mie Aceh di luar sana tapi belum tentu bisa produksi sendiri, nah kami produksi sendiri tanpa pengawet," ujar pria kelahiran Aceh itu.

Ide membuka warung tersebut muncul saat Iqbal tinggal di Belitung selama enam bulan untuk kepentingan bisnis.

Menurutnya Belitung kaya akan kuliner dengan bahan dasar mie dan seafood. Kebetulan dirinya sudah memiliki beberapa cabang Warung Mie Aceh dan memutuskan membuka di Belitung.

"Semoga usaha ini bisa maju di Belitung sehingga bisa membuka lapangan pekerjaaan. Jadi nanti orang lokal akan diajarkan cara memasaknya sehingga bisa bekerja di sini," katanya. (posbelitung.co /dede s)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved