Breaking News:

Februari 2021 Kota Tanjungpandan Inflasi Sebesar 0,28 Persen, Kelompok Ini Jadi Penyumbang Terbesar

Perkembangan harga berbagai komoditas pada Februari 2021 secara umum menunjukkan adanya kenaikan.

Pos Belitung/Disa Aryandi
Bundaran Satam Kota Tanjungpandan, Senin (19/8/2019) 

POSBELITUNG.CO - Perkembangan harga berbagai komoditas pada Februari 2021 secara umum menunjukkan adanya kenaikan.

Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Belitung, pada Februari 2021 di Kota Tanjungpandan, terjadi inflasi sebesar 0,28 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,74 pada Januari 2021 menjadi 108,04 pada Februari 2021.

Adapun tingkat inflasi tahun kalender sebesar 1,31 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Februari 2021 terhadap Februari 2020) sebesar 4,23 persen.

Siaran pers dari BPS Kabupaten Belitung yang diterima posbelitung.co, Senin (1/3/2021), menyebutkan, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian indeks kelompok pengeluaran.

Yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,54 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,51 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,11 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,48 persen; serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,23 persen.

Sedangkan sebagian kelompok pengeluaran lainnya mengalami deflasi, yakni kelompok transportasi sebesar 0,17 persen serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,32 persen.

Sementara itu, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran; kelompok pendidikan; serta kelompok pakaian dan alas kaki tidak mengalami perubahan.

Dari 11 kelompok pengeluaran, sebanyak lima kelompok memberikan andil/ sumbangan inflasi, dua kelompok memberikan andil/sumbangan deflasi, dan empat kelompok tidak memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi maupun deflasi Kota Tanjungpandan.

Kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi, yaitu kelompok makanan, minuman,
dan tembakau sebesar 0,2041 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,0883 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,0054 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,0089 persen; serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,0112 persen.

Sebagian kelompok pengeluaran lainnya mengalami deflasi, yakni kelompok transportasi sebesar 0,0186 persen serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,0170 persen.

Sementara itu, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya; kelompok penyediaan makanan dan minuman/ restoran; kelompok pendidikan; serta kelompok pakaian dan alas kaki tidak memberikan andil
inflasi maupun deflasi.

Pada Februari 2021, kelompok energi mengalami inflasi sebesar 0,72 persen dengan IHK sebesar 103,33.

Sementara itu, komponen bahan makanan pada Februari 2021 mengalami inflasi sebesar 0,55 persen dengan IHK 112,40. (*)

Editor: Novita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved