Breaking News:

Jokowi Teken Perpres Produksi dan Investasi Miras, Ini Reaksi Wakil Ketua MPR

Penandatanganan aturan beleid oleh Jokowi soal Bidang Usaha Penanaman Modal soal produksi miras menuai kontroversi.

Bangkapos.com/Resha Juhari
Pemusnahan barang bukti ribuan miras selundupan di Dermaga Dit Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (17/6/2020). 

Penulis Chaerul Umam/Muhammad Idris

POSBELITUNG.CO, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) No10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

Dalam salinan Perpres yang ditetapkan pada 2 Februari 2021 oleh Jokowi ini juga mengatur soal penanaman modal untuk minuman beralkohol.

Penandatanganan aturan beleid oleh Jokowi soal Bidang Usaha Penanaman Modal ini menuai kontroversi.

Poin yang menjadi kontroversi dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tersebut adalah soal aturan minuman keras (miras).

Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid menilai Perpres Miras tersebut bertentangan dengan nilai Pancasila dan tujuan bernegara.

"Saya selaku wakil ketua MPR RI menolak keras perpres miras, sebab itu bertentangan dengan nilai Pancasila dan tujuan bernegara, melindungi segenap tumpah darah Indonesia dan mencerdaskan kehidupan bangsa," kata Jazilul melalui keterangannya, Senin (1/3/2021).

18 Tahun di Mahkamah Agung, Artidjo Alkostar Hanya Miliki Harta Segini, Motor Cuma Seharga Rp 1 Juta

Menurut Wakil Ketua Umum DPP PKB ini, miras lebih banyak kerusakannya atau mudarat dari pada manfaatnya.

"Kita bukan bangsa pemabuk. Kita bangsa yang berketuhanan. Miras itu jalan setan, akan lebih besar kerusakannya daripada manfaatnya," ucap pria yang akrab disapa Gus Jazil itu.

Dikatakan Gus Jazil, investasi miras tidak akan sebanding dengan kerusakan yang akan dihadapi bangsa ini di masa yang akan datang.

Halaman
1234
Editor: Fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved