Breaking News:

Wanita Bersuami Ini Berontak saat Diperkosa Pria Bertopeng, Saat Dibuka Ternyata Temannya

Pasalnya ternyata pelaku temannya sendiri, bahkan masih memiliki hubungan keluarga. Pria pelaku rudapaksa itu berinisial LS (32). 

KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHO
Ilustrasi pemerkosaan 

POSBELITUNG.CO, MELAWI - Seorang pria bertopeng nekat memperkosa wanita bersuami.

Wanita itu berontak, dan berhasil membuka penutup wajah pelaku.

Ia kaget bukan main saat melihat wajah pria tersebut.

Pelaku ternyata temannya sendiri, dan masih ada hubungan kerabat.

Kasus ini terjadi di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.

Balita Tewas Kesetrum Saat Masukkan Sendok Besi ke Lubang Stop Kontak

Seorang ibu rumah tangga (IRT) sebut saja bernama Mawar diperkosa oleh seorang pria yang menutup wajahnya pakai kaos, sehingga mirip seperti topeng. 

Sang perempuan ini yang berontak saat diperkosa di kamar rumahnya itu, sehingga berhasil membuka topeng pemerkosanya sangat kaget. 

Pasalnya ternyata pelaku temannya sendiri, bahkan masih memiliki hubungan keluarga. Pria pelaku rudapaksa itu berinisial LS (32). 

Pelaku yang telah ditetapkan tersangka ini kini diamankan oleh Anggota Polsek Sayan jajaran Polres Melawi, di Desa Tumbang Kajamei, Kecamatan Bukit Raya, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Kepada petugas, tersangka LS mengaku setengah mabuk saat melakukan aksi bejatnya tersebut.

Tersangka mengakui, pada hari Sabtu, 6 Februari 2021, sekitar pukul 02.30 dini hari, semula pelaku hanya berniat mencuri ayam.

"Tersangka mengaku dalam kondisi setengah mabuk setelah mengonsumsi miras. 

Kemudian pergi berjalan kaki hendak mencuri ayam yang ada di sekitar pondok," kata Kapolres Melawi, AKBP Sigit Eliyanto Nurharjanto melalui Paur Subbag Humas, Birpka Arbain, Jumat 26 Februari 2021.

Ayahnya Jadi Sasaran Amukan Warga Gara-gara Siswa SMP Diduga Cabuli Gadis Cilik

Namun, ketika sampai di pondok, pelaku mengintip dari celah yang ada sekeliling pondok melihat Mawar tertidur pulas.

Saat itu kemudian muncul niat buruk LS untuk menyetubuhi korban.

"Agar tidak dikenali oleh korban, pelaku menggunakan baju kaos hitam yg digunakannya lalu diikat di kepala menutupi bagian wajah hanya menyisakan bagian mata sehingga mirip topeng," ungkap Arbain.

LS lalu masuk dari pintu belakang pondok. Memanjat dinding kamar, menuju tempat tidur Mawar.

Melihat Mawar tertidur pulas, LS menutup wajah korban dengan kelambu. Setelah itu LS menarik celana pendek dan celana dalam korban hingga ke bagian lutut, kemudian dengan paksa menyetubuhi korban. 

Saat tersadar, ia kemudian membuka kelambu yang menutup mukanya. Dalam gelap, dia melihat seorang laki-laki menggunakan topeng kain sudah menindih dan memeluknya.

Saat pelaku memaksa berhubungan badan, Mawar sempat berteriak dan melawan, melepaskan pelukan laki-laki tersebut sambil menarik topeng di kepalanya hingga terlepas.

"Ternyata laki-laki itu LS. Masih memiliki hubungan keluarga dengan pelapor," ungkap Arbain.

Meski identitasnya terkuak, lelaki itu tetap memaksa Bunga berhubungan badan. Bunga tetap berontak, hingga keduanya jatuh dari tempat tidur ke lantai pondok.

"Saat itu korban hendak lari namun ditangkap lagi pelaku. Pelaku memaksa menyetubuhi korban," jelasnya.

Sosok Iptu Rita Yuliana Polwan Polda NTB Jago Bahasa Mandarin Hingga Raih Prestasi Internasional

Setelah selesai melakukan aksi bejatnya, pelaku berdiri menggunakan pakaian dan mengancam korban agar tidak melapor.

Atas perbuatannya, tersangka disangkakan pasal 285 KUHP, karena memaksa seorang wanita melakukan persetubuhan di luar perkawinan, diancam karena melakukan perkosaan dengan pidana penjara 12 tahun. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Wanita Jadi Korban Rudapaksa Pria Bertopeng, Saat Dibuka Ternyata Kerabatnya Sendiri

Artikel ini telah tayang di SERAMBINEWS.COM dengan judul IRT Ini Dirudapaksa Pria Bertopeng, Saat Dibuka Ternyata Temannya dan Masih Ada Hubungan Keluarga

Penulis: tidakada007
Editor: Fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved