Breaking News:

Erick Thohir Bongkar Skandal Korupsi di BUMN, Ada 159 Kasur Besar, Ahok Pernah Minta Ini

Jumlahnya sangat fantastis, Erick menyebut setidaknya ada 159 kasus korupsi dan transparansi yang merugikan perusahaan-perusahaan pelat merah.

Tribunnews.com/Herudin
Menteri BUMN Erick Thohir berikan penjelasan mengenai naiknya tagihan listrik yang dialami oleh masyarakat. 

POSBELITUNG.CO - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir akhirnya blak-blakan soal korupsi besar di lingkup BUMN.

Jumlahnya sangat fantastis, Erick menyebut setidaknya ada 159 kasus korupsi dan transparansi yang merugikan perusahaan-perusahaan pelat merah.

Bahkan ada 53 nama pejabat yang terjerat kasus korupsi dan ditetapkan menjadi tersangka.

Namun, 159 kasus dan 53 nama pejabat yang menjadi tersangka tersebut ditemukan berdasarkan data sebelum Erick Thohir menjabat sebagai Menteri BUMN.

"Saya di awal pada saat bekerja dan membuka data pada kasus hukum yang ada di Kementerian BUMN, itu jumlahnya luar biasa banyak, 159 waktu itu. Dan yang jadi tersangka kurang lebih 53," jelas Menteri Erick saat penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (2/3/2021).

Melihat adanya catatan tersebut, Menteri Erick langsung melakukan berbagai upaya perbaikan di Kementerian yang ia pimpin.

Perbaikan tersebut dilakukan mulai dari perbaikan sistem melalui Peraturan Menteri, hingga melakukan pemilihan jajaran Direksi yang memiliki integritas.

"Tentu sebagai pimpinan saya justru berpikir terbalik, bagaimana tentu Kementerian BUMN harus mengintropeksi diri dibandingkan menyalahi yang terkena," ujar Menteri Erick.

"Karena saya yakin dengan perbaikan sistem dan pemilihan pimpinan-pimpinan BUMN yang berintegritas tentu diharapkan bisa meminimalisasi daripada kasus-kasus tersebut," lanjutnya.

Mantan Bos Inter Milan ini menegaskan, pihaknya terus melakukan transparansi di Kementerian dan juga di BUMN, agar kasus-kasus hukum korupsi dapat diminimalisir.

Halaman
123
Penulis: tidakada007
Editor: Fitriadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved