Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Jembatan Jerambah Gantung Diresmikan Besok, Ini Harapan Wali Kota Pangkalpinang

Kehadiran jembatan jerambah gantung Kota Pangkalpinang sudah dinantikan masyarakat.

Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil 

POSBELITUNG.CO -- Kehadiran jembatan jerambah gantung Kota Pangkalpinang sudah dinantikan masyarakat.

Kendati sebelumnya pembangun jembatan jerambah gantung ini sempat ambruk.

Namun saat ini pembangunan jembatan jerambah gantung sudah selesai dan berdiri kokoh.

Untuk itu, Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) berharap jembatan jerambah gantung yang akan diresmikan, Kamis (4/3/2021) besok untuk kelancaran lalu lintas barang dan jasa dari kedua wilayah Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka agar menjadi semakin mudah.

Menurut Molen, dengan lancarnya lalu lintas barang dan orang itu dapat merangsang pertumbuhan ekonomi dikawasan tersebut hingga Kota Pangkalpinang maupun di Bangka.

"Selain itu pertumbuhan ekonomi merangsang hidupnya perekonomian dekat situ, tanah disekitar situ jadi naik, UMKM nanti akan berjalan. Lalu akses orang yang tinggal baik di Pangkalpinang maupun Kabupaten Bangka itu akan semakin banyak otomatis akan bertambah juga perputaran makan dan minum, dari segi apapun itu akan menimbulkan dampak ekonomi yang positif nantinya," jelas Molen kepada Bangkapos.com, Rabu (3/3/2021).

Menurutnya, dengan terhubungnya Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka tentunya akan menimbulkan keuntungan masing-masing.

Ia bersama Bupati Bangka Mulkan sudah mendiskusikan ini jauh-jauh hari terkait jembatan tersebut.

"Kami sudah sepakat berbagi tugas untuk membangun ini, dan kedepan bukan hanya jembatan ini tapi kami akan saling bersinergi, karena tidak akan ada sebuah kota atau Kabupaten yang super power tanpa bekerjasama saling membangun," sebutnya.

Terkait beberapa masyarakat yang sudah menerima kehadiran jembatan tersebut, kata Molen kehadiran jembatan tersebut akan menjadi icon baru di Kota Pangkalpinang.

Hal ini terbukti dari beberapa masyarakat yang sedang olahraga bersepeda atau goes selalu menyempatkan untuk mengunjungi jembatan tersebut untuk mengabadikan foto.

"Alhamdulillah kalau ini sudah diterima masyarakat, nama jembatan itu memang sengaja tidak saya ganti, konsepnya pun masih tetap seperti lama tetap kita pertahankan nilai sejarahnya di situ," ungkap Molen..

"Ini untuk branding kota kita, dan ini akan menjadi icon wisata baru untuk masyarakat, sambil nyebrang melihat pemandangan, syukur-sykur ketemu buayanya juga lagi nongol. Salah satu multiplier effectnya disitu, bisa dari segi ekonomi, wisata, tapi akses kelancaran lalu lintas barang dan orang ini yang diutamakan," tambahnya.

Jembatan jerambah gantung yang menghubungkan Kota Pangkalpinang dengan Kabupaten Bangka.
Jembatan jerambah gantung yang menghubungkan Kota Pangkalpinang dengan Kabupaten Bangka. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevi)

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Pangkalpinang, Suparlan Dulaspar menambahkan, jembatan yang sempat ambruk bulan Oktober 2020 lalu itu, menelan anggaran senilai Rp 25,9 miliar dari APBD Kota Pangkalpinang.

Parlan sapaan akrab Suparlan menyebutkan, berdasarkan perjanjian pasca ambruknya jembatan tersebut pada Oktober 2020 lalu, pengerjaan jembatan memang harus sudah rampung pada 20 Februari 2021.

"Karena kalau tidak sesuai target mereka akan dikenakan denda lagi, dan alhamdulillah selesai tepat waktu, sesuai dengan target yang sudah diatur," sebutnya.

Menurut Parlan, hingga 17 Desember 2020 lalu kontrak jembatan selesai, pihak Pemerintah Kota sudah membayarkan sebanyak 81 persen kepada kontraktor.

"Kita pihak pemerintah kota sudah membayarkan sebanyak 81,46 persen kepada kontraktor pada 17 Desember kemarin kita bayar sesuai dengan berapa persennjembatan itu jadi. Dan sisa anggarannya dianggarkan di anggaran perubahan tahun 2021 dan kontraktor sudah dikenakan denda karena sudah melewati batas kontrak belum selesai," ujarnya.

Jembatan Gantung atau yang lebih familiar dikenal masyarakat Kota Pangkalpinang dengan jerambah gantung, yang berlokasi di Kelurahan Jerambah Gantung mulai direnovasi atau  dibangun kembali sejak 22 April 2020 lalu.

Jembatan gantung yang baru ini mempunyai bentangan 65 meter, dan lebar 9 meter berikut trotoar.

Sementara beban maksimal setelah dilakukan uji pembebanan hingga 178 ton.

Menurutnya, kontraktor diperkirakan rugi sebesar Rp6 miliar sampai jembatan gantung itu jadi seutuhnya.

"Faktor kerugian mereka akibat balok girder jatuh kemarin itu belum sempat saya hitung detail, tapi kalau yang diinformasikan mereka hampir kurang lebih Rp 6 miliar, kalau kita tambah berikut kerugian bisa mencapai Rp 7 miliar kurang lebih," ungkap Parlan.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: nurhayati
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved