Breaking News:

Mengenal Musaharati, Tradisi Membangunkan Sahur di Arab Saudi, Orang yang Bertugas Dapat Bayaran

Bedanya, kegiatan membangunkan sahur di Arab Saudi itu merupakan sebuah pekerjaan yang pelakunya dibayar.

Editor: Novita
TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
ILUSTRASI Sejumlah anak menabuh beduk keliling permukiman di Komplek Rancamanyar Regency, Desa Rancamanyar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Minggu (28/6) dini hari. Kegiatan ini merupakan inisiatif anak-anak setempat selama Ramadan untuk mengajak warga di permukiman tersebut bersahur. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

POSBELITUNG.CO - Di Indonesia, keramaian di waktu sahur di bulan Ramadan sudah menjadi tradisi.

Jika tiba waktu sahur, akan ada sekelompok orang yang akan berkeliling sambil memukul beduk untuk membangunkan sahur.

Namun, di masa pandemi, tradisi ini tak bisa dilakukan karena tidak diperbolehkan untuk membuat kerumunan.

Jika pun masih ada, tradisi tersebut tidak akan dilakukan dengan ramai orang.

Tapi ternyata tradisi semacam ini tak hanya ada di Indonesia, lo!

Tradisi membangunkan sahur di bulan Ramadan ini juga eksis di Arab Saudi.

Bedanya, kegiatan membangunkan sahur di Arab Saudi itu merupakan sebuah pekerjaan yang pelakunya dibayar.

Nama tradisi itu adalah Musaharati, pekerjaan yang tugasnya berjalan sambil memukul gendang di pemukiman penduduk untuk membangunkan umat Muslim makan sahur.

Di Provinsi Syarqiyah, pekerjanya disebut dengan nama Abu Tabila.

Orang dewasa dan anak-anak sering mengintip dari jendela untuk menyaksikan Abu Tabila lewat dengan memukul genderangnya yang kecil sambil merapalkan doa

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved