Breaking News:

Berita Belitung

Tindaklanjuti Kunjungan Menparekraf, Kemenparekraf Gelar Capture Bagi Fotografer Lokal

Program tersebut diadakan di Belitung sebagai follow up atau tindak lanjut kunjungan Menparekraf Sandiaga Uno beberapa waktu lalu.

Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Fotografer para peserta Capture saat mengikuti acara pembukaan di Swiss Belresort Tanjung Binga, Rabu (3/3/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggelar Capture atau course of professional talents and incubation program for photographer di Swiss Belresort Tanjung Binga, Rabu (3/2/2021).

Menurut Direktur Industri Kreatif, Film, Televisi, dan Animasi Syaifullah, program tersebut diadakan di Belitung sebagai follow up atau tindak lanjut kunjungan Menparekraf Sandiaga Uno beberapa waktu lalu.

"Capture tahun ini kami awali di Belitung. Kemudian nanti kami akan lanjut ke Makassar, Banyuwangi, dan Labuan Bajo. Belitung kami pilih juga sebagai follow up dari kunjungan Mas Menteri," katanya.

Melalui program tersebut, fotografi tak hanya dijadikan sebagai hobi saja, tapi juga didorong agar masuk ke industri sebagai photopreneur. Fotografer bisa menjadi entrepreneur atau wirausahawan baru.

Peluang fotografi pun beragam, mulai dari pariwisata, foto produk UMKM, hingga bisa dikembangkan menjadi paket pre-wedding ketika menggabungkan perjalanan wisata dan fotografi.

"Kami berharap Capture bisa memberikan insight baru bagi fotografer di Bangka Belitung, sehingga bisa membantu pemda, bisnis perhotelan, bisnis pariwisata, dan ekraf agar mengangkat potensi daerah secara nasional hingga global," ucap Syaifullah.

"Makin banyak yang datang ke Belitung, banyak efek yang dapat membuka lapangan pekerjaan," imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung Jasagung Hariyadi. Menurutnya, fotografer lokal juga dapat turut andil dalam upaya mempromosikan Belitung. Terutama dengan menjepret beragam geosite di Pulau Belitung yang juga telah dinobatkan sebagai UNESCO Global Geopark (UGG).

Ia juga berharap Capture bisa menjadi sarana mengasah keterampilan bagi fotografer lokal agar mampu menghasilkan karya yang memenuhi standar global. Apalagi sebelumnya, Geopark Belitong sempat dimintai foto oleh Cekoslovakia sebagai bagian promosi geopark. Namun sayangnya saat itu banyak foto yang dikirimkan belum memenuhi standar.

"Mudah-mudahan hasil Capture ini tidak hanya teoritis, tapi bisa diterapkan di lapangan. Sehingga fotonya bisa memenuhi standar yang ditetapkan dan memenuhi standar UNESCO. Paling tidak ada 7 geosite disiapkan, di antaranya DesaTerong, Bukit Peramun, Open Pit, Tanjungkelayang, dan Juru Seberang," katanya.

Selanjutnya para fotografer juga diharapkan bisa membentuk komunitas, agar memudahkan pihaknya berkoordinasi ketika menggelar kegiatan seperti Belitung Creative Week.

Jasagung menambahkan, kini pariwisata Belitung juga mulai bertransformasi dari wisata berbasis bahari menjadi wisata berkelanjutan yang didukung dengan status sebagai UGG. Makanya ada tiga aspek pengembangan yakni geologi biodiversity, dan culture.

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: Khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved