Breaking News:

Berita Belitung

9 Terdakwa Kericuhan Penertiban TI Ilegal Sijuk Divonis Tiga Bulan Penjara

Majelis hakim PN Tanjungpandan menjatuhkan vonis terhadap sembilan terdakwa atas perkara kericuhan penertiban tambang TI ilegal

(posbelitung.co /dede s)
Suasana sidang perkara kericuhan penertiban kericuhan TI ilegal di Desa Sijuk, Jumat (5/3/2021) 

POSBELITUNG.CO -- Majelis hakim PN Tanjungpandan menjatuhkan vonis terhadap sembilan terdakwa atas perkara kericuhan penertiban tambang TI ilegal di Desa Sijuk, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung pada Jumat (5/3/2021).

Sembilan terdakwa termasuk Kasi Ops Satpol PP Provinsi Kepulauan Babel dijatuhi hukuman tiga bulan penjara dipotong masa penahanan.

Kecuali satu terdakwa Wendri yang didakwa dua pasal divonis empat bulan 15 hari.

Putusan majelis hakim yang dipisah menjadi dua itu mengabulkan tuntutan JPU yaitu tiga bulan.

Majelis pertama yang diketuai Rino Adrian Wigunadi beranggotakan AA Niko Brama Putra dan Septi Andri menjatuhkan vonis bersalah melakukan pengrusakan terhadap barang kepada terdakwa Martani dan Wendri dengan putusan penjara tiga bulan dipotong masa tahanan dan membebankan biaya sidang Rp 5.000.

Kemudian, sidang dilanjutkan atas terdakwa Wendri yang kembali dinyatakan bersalah melakukan penganiayaan dengan vonis satu bulan 15 hari dipotong masa tahanan dan dibebankan biaya sidang Rp 5.000.

Selanjutnya, terdakwa Hendra dan Indra juga dinyatakan bersalah melakukan pengrusakan dengan vonis tiga bulan dipotong masa tahanan dan dibebankan  biaya sidang Rp 5.000.

Sidang ditutup dan dilanjutkan majelis kedua yang diketuai AA Niko Brama Putra beranggotakan Rino Adrian Wigunadi dan Septi Andri.

Satu persatu terdakwa dipanggil ke muka sidang mula dari Galuh, Anggara, Nurdiansyah, Iskandar dan Kasi Ops Satpol PP Provinsi Kepulauan Babel Raden Sandyaji.

Meskipun disidang terpisah namun lima terdakwa dijatuhi vonis yang sama yaitu tiga bulan penjara dipotong masa tahanan, barang bukti dikembalikan kepada pemiliknya dan dibebankan biaya sidang Rp 5.000.

Sementara itu, empat JPU Dwiyana, M Aulia Perdana, Sanggam Aritonang dan Tri Agung Santoso sepakat menyatakan pikir-pikir atas putusan dari majelis hakim. (posbelitung.co /dede s)

Penulis: Dede Suhendar
Editor: Khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved