Breaking News:

Berita Belitung

Limbah Masker Masih Tergabung dengan Sampah Rumah Tangga, DLH Belitung Sarankan Ini

Berapa produksi dari limbah masker ini belum bisa kami prediksi, karena masih tercampur dengan sampah rumah tangga

kompas.com
Ilustrasi limbah medis. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Limbah masker di Kabupaten Belitung sekarang masih tercampur pada sampah rumah tangga. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Belitung memberikan saran kepada masyarakat agar memilah limbah masker tersebut.

Pemilahan sebagai bentuk pencegahan terhadap penyebaran virus corona. Cara pemilihan limbah masker tersebut diminta agar dimasukan ke dalam plastik. Sehingga penularan apabila ada menempel covid-19, tidak tersebar.

"Berapa produksi dari limbah masker ini belum bisa kami prediksi, karena masih tercampur dengan sampah rumah tangga," kata Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung Lutfi Alvian kepada posbelitung.co, Jumat (5/3/2021).

Limbah masker terdata sekarang ini, kata dia, hanya sebatas laporan limbah medis dari RSUD H Marsidi Judono Kabupaten Belitung. Limbah masker dari RSUD tersebut, secara keseluruhan langsung dihancurkan dengan cara dibakar pada mesin insinerator milik RSUD.

Limbah masker itu, dari pasien terpapar covid-19 yang melakukan isolasi mandiri, isolasi pada pusat karantina, isolasi di RSUD dan petugas medis di RSUD dan Puskesmas yang ada di Belitung.

"Termasuk limbah masker dari rapid test, swab antigen. Itu semua tetap di angkut oleh petugas medis, dan dimusnakan di RSUD," ucapnya.

Selama ini, lanjut dia, pengelolaan limbah masker di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sama seperti sampah rumah tangga. Cara pengelolaan, setelah di ambil dari rumah warga, sampah tersebut dikumpulkan di TPA dan langsung ditimbun pada kolam lenfil.

"Jadi tidak ada pemilihan. Tapi sekarang ini sudah ada yang mulai melakukan pemilahan terhadap limbah masker dari rumah, yaitu dimasukan dalam kantong plastik. Itu sudah cukup banyak, kemarin saja kami temukan 100 KK (kepala keluarga) sudah melakukan pemilihan itu," bebernya.

Warga yang sekarang sudah memilah limbah masker ini, warga Kelurahan Tanjung Pendam, dan Kelurahan Parit. "Itu saat program rapiah terlihat pemilahan - pemilahan nya," kata dia. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved