Breaking News:

Pembalap Nasional Menjajal Sirkuit Baru di Kelapa Kampit, Putra Wijaya: Kalau Bisa Seperti di Jawa

Pembalap nasional menjajal sirkuit baru di Aik Gurok, Desa Buding, Belitung Timur, Minggu (7/3/2021).

Pembalap Nasional Menjajal Sirkuit Baru di Kelapa Kampit, Putra Wijaya: Kalau Bisa Seperti di Jawa - 20210307_putra-wijaya-jajal-sirkuit-grastrack-buding-02.jpg
posbelitung.co/Suharli
Putra Wijaya (baju biru merah) saat menjajal latihan sirkuit di Desa Buding, Kecamatan Kelapa Kampit, Belitung Timur. Minggu (7/3/2021).
Pembalap Nasional Menjajal Sirkuit Baru di Kelapa Kampit, Putra Wijaya: Kalau Bisa Seperti di Jawa - 20210307_putra-wijaya-menjajal-sirkuit-desa-buding.jpg
posbelitung.co/Suharli
Putra Wijaya (baju biru merah) saat menjajal latihan sirkuit di Desa Buding, Kecamatan Kelapa Kampit, Belitung Timur. Minggu (7/3/2021)

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - Jajal sirkuit di Kelapa Kampit, pembalap Grass Track nasional ini berharap sirkuit di Aik Gurok, Desa Buding bisa punya ciri khas tersendiri berbeda dari sirkuit yang umumnya berpasir di Bangka Belitung.

Sirkuit baru yang berlokasi di Dusun Limau Manis itu menurut pembalap asal Bangka Selatan, Putra Wijaya masih perlu sedikit perbaikan biar bisa menyamai dengan sirkuit-sirkuit yang umum dijadikan lokasi event grass track diluar.

"Kalau sirkuit belum terlalu bagus mungkin ya, karena lebar masih kurang, kalau panjangnya sudah lumayan. Jalan mungkin cepat rusak ya (tanah terlalu gembur) kalau sebelum main si bagus tapi setelah dilalui main itu rusak," ujar pria berpapan nomor 76 itu saat ditemui posbelitung.co usai latihan di sirkuit tersebut, Minggu (7/3/2020).

Dia menyarankan pengelola sirkuit agar kedepannya dirapikan sehingga para pembalap juga merasa nyaman saat bertanding.

"Untuk berem sudah cukup lumayan, mungkin untuk jumpingan juga kurang dan super bowl posisinya belum terlalu tinggi. Saran saya mungkin di Kampit bikin sirkuitnya lebih enak lagi atau mungkin kalau di Babel kan umumnya pasir semua (sirkuit), kalau bisa bikin sirkuitnya kayak di Jawa jadi tanahnya lebih keras tidak berpasir," bebernya.

Putra Wijaya (baju biru merah) saat menjajal latihan sirkuit di Desa Buding, Kecamatan Kelapa Kampit, Belitung Timur. Minggu (7/3/2021)
Putra Wijaya (baju biru merah) saat menjajal latihan sirkuit di Desa Buding, Kecamatan Kelapa Kampit, Belitung Timur. Minggu (7/3/2021) (posbelitung.co/Suharli)

Sementara itu satu di antara penduduk setempat, Ade Ilham Anugrah menuturkan berkenaan dengan lokasi grass track sebenarnya mudah dicapai, akses jalan menuju pun cukup strategis.

"Untuk penonton mungkin perlu sedikit peneduh, untuk penonton juga mungkin disediakan tempat khusus, karena kan untuk keselamatan penonton juga sama pembalap juga tidak khawatir, misal saja saat ada lomba tiba-tiba ada yang nyebrang di lintasan," ujar pemuda yang akrab disapa Ohang.

Selain itu, ada sirkuit itu menurut Ohang juga bisa menjadi pontesi ekonomi bagi pedagang atau UMKM setempat. (posbelitung.co,suharli)

Penulis: Suharli
Editor: M Ismunadi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved