Breaking News:

Berita Belitung Timur

Mengintip Peluang Ekspor Madu Teran Asal Belitung Timur

Belitung Timur (Beltim) menjadi penghasil madu teran terbesar se Indonesia. Sedangkan peluang budidaya ternak lebah madu teran masih terbuka lebar di

Penulis: Suharli | Editor: Fery Laskari
posbelitung.co
Koordinator Madu Raje Teran, Yuliyandra (baju hitam) bersama Anggota Raje Teran saat berada di Bee Farm Giar yang berada di Gang Semutok, Kecamatan Manggar  Belitung Timur. Kamis (11/3/2021). (Posbelitung/Suharli) 

Bila dilihat secara seksama lebah itu bahkan berterbangan di sekitar bunga-bunga atau tanaman milik warga di perkarangan rumah.

Kondisi itu juga sempat membuat takjub Ketua ILMI saat mengunjungi Belitung Timur.

Sedangkan dalam perawatan koloni dia menyampaikan ada beberapa cara yang dilakukan mengingat media yang didiami oleh lebah adalah kayu yang notabane rentan lapuk dan rentan diserang predator pemakan serangga.

Mengatisipasi hal itu sarang madu di letakan di sebuah tiang yang berjak dari tanah sekitar setengah meter lebih kemudian ditiang tersebut diberi lem agar atau minyak agar tidak serang semut, rayap dan cicak , selain itu untuk menghidari katak atau kadal memakan serangga.

Bagi pembudidaya ternak lebah yang baru mau mencoba ternak, dia mengaku tidak ada bimbingan khusus, dia memisalkan di Komunitas Raje Teran biasanya ilmu budidaya lebah ini diperoleh dari sharing.

"Cuman mungkin kami di sini kalau ke desa-desa, lebih ke soal edukasinya jadi bukan berbicara banyak koloni lebahnya, tetapi bagaimana kita menyiapkan pakan atau vegetasi untuk kelangsungan hidup lebah, biar lebah beproduksi madu maksimal, dan itu secara tidak langsung kita menjadi aktifis lingkungan otomatis peternak juga menanam tanaman," ujarnya.

Sedang berkenaan dengan market place, madu trigona ini cukup mahal karena khasiatnya lebih bagus dari jenis madu lain.

"Di Belitung Timur karena, berbicara kuantitas besar jadi kami tidak visa menyetarakan harga dengan pasaran pada umumnya. Jadi kami perliter untuk harga Rp170 ribu, untuk menjaga kualitas kami juga memiliki tim panen sendiri. Untuk jasa tim panen ini dipotong Rp10 ribu, ini juga untuk pemberdayaan kawan-kawan lainnya. Mungkin ini lebih murah dari harga pasaran, jadi hal ini juga jangan sampai ada harga dibawah harga tersebut, jadi kami masing-masing kawan (dikomunitas) juga mencari pasaran lain juga agar tidak fokus disatu pasaran saja, jangan sampai pasokan melimpah nanti harga jadi turun," jelasnya.

Guna memperluas jaringan pemasaran, Raje Teran saat ini mereka sedang mensuport satu di antara anggotanya untuk mengikuti pameran madu, harapannya, madu tersebut bisa tembus ke Kementrian.

"Kami juga sedang penjajakan juga untuk ekspor, bulan 12 Tahun 2020 lalu kami sempat membicarakannya, cuman ada beberapa hal terkendala. Sekarang kami sedang mengangkat kembali wacana ekspor, karena pada bulan 12 lalu kami terkendala produksi baru ratusan kilo madu, belum bisa mencukuoi syarat ekspor, melihat sekrang potensi saat ini sudah luar biasa wacana ekspor pun mulai diangkat kembali," ucapnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved