Breaking News:

Berita Belitung

Guru SMPN 3 Tanjungpandan Terima Vaksinasi Covid-19, Akui Awalnya Sempat Takut Divaksin

Seusai disuntik vaksin Covid-19 Sinovac, Nurseha, guru SMP Negeri 3 Tanjungpandan duduk menunggu observasi selama 30 menit di tenda

Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Pemeriksaan kesehatan sebelum penyuntikan vaksin di Puskesmas Tanjungpandan, Jumat (12/3/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Seusai disuntik vaksin Covid-19 Sinovac, Nurseha, guru SMP Negeri 3 Tanjungpandan duduk menunggu observasi selama 30 menit di tenda yang disediakan di halaman Puskesmas Tanjungpandan, Jumat (12/3/2021).

Menurutnya, beragam informasi yang beredar seputar vaksin Covid-19 sempat membuatnya takut dan tegang. Namun begitu sampai puskesmas bersama rekan-rekannya, barulah ia merasa rileks dan meyakinkan diri disuntik vaksin Sinovac.

"Kalau persiapan sebelum ke sini, sarapan dulu. Pas di sini tidak apa-apa, saat disuntik pun tau-tau sudah selesai," ujar wanita yang 33 tahun berprofesi sebagai guru ini.

Meskipun sempat takut, lanjut Nurseha, ia meyakinkan diri karena niat baik dengan vaksinasi ini. Apalagi meskipun bukan Sinovac, cepat atau lambat tetap saja dia bakal divaksin.

Sebelumnya, SMPN 3 Tanjungpandan sempat memberlakukan belajar dari rumah (BDR) kembali setelah ada guru yang reaktif. Setelah kejadian tersebut, menurutnya para guru berinisiatif melakukan tes antigen sendiri. Bersyukur setelahnya guru-guru lain dinyatakan non reaktif.

Selama pandemi ini pun, dirinya tak menampik jika ada perasaan was-was tertular virus SARS-CoV-2 itu. Apalagi di rumah, ia memiliki keluarga. Namun karena tugasnya sebagai guru juga semangat para siswa, Nurseha dan para guru tetap bertugas.

Vaksinasi Covid-19 tahap kedua termin pertama memang diprioritaskan bagi petugas pelayanan publik terutama para guru.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Belitung Ansori menilai bahwa prioritas vaksinasi Covid-19 terhadap guru sudah tepat. Apalagi saat ini banyak kejadian positif Covid-19 juga terjadi dilingkup sekolah, sehingga perlu langkah antisipasi kepada guru yang langsung berhubungan dengan siswa dalam pembelajaran tatap muka.

"Ditambah sekian lama tidak ada pembelajaran tatap muka yang normal seperti dulu. Makanya pemberian vaksin bagi guru ini penting agar pembelajaran dan pendidikan di sekolah segera pulih seperti dulu," jelasnya.

Selain kepada guru, imunisasi Covid-19 yang digelar di Puskesmas Tanjungpandan dan Puskesmas Air Saga, selain para guru penyuntikan vaksin Sinovac juga diberikan kepada DPRD, TNI/Polri, Pengadilan, dan Kejaksaan.

Seusai divaksin, politikus partai PDI Perjuangan ini menyebut bahwa DPRD juga termasuk prioritas karena aktivitas yang langsung bersinggungan dengan masyarakat, baik di daerah maupun luar daerah.

"Sehingga akan berdampak kalau mereka tidak divaksinasi, apalagi sempat ada yang positif," sebutnya.

"Harapan saya kepada masyarakat, tentunya jangan takut atau khawatir karena ini upaya pencegahan Covid-19 ini. Kalau sudah ada kesempatan menerima vaksin, langsung saja," pesan Ansori.(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: Khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved