Breaking News:

Berita Belitung

Pemanfaatan Program Besadu Mengalami Penurunan Drastis Mencapai 80 Persen, Ini Penyebabnya

Program Belitung Saluran Aspirasi dan Pengaduan (Besadu) merupakan satu diantara program inovasi Bupati Belitung H Sahani Saleh

posbelitung.co
Bupati Belitung Sahani Saleh didampingi Wakil Bupati Isyak Meirobi menggunting pita sebagai simbolis soft launching Belitung Saluran Aspirasi dan Pengaduan (Besadu), Senin (4/2). Program ini dimotori dinas komunikasi dan informatika (diskominfo) yang tujuannya menampung aduan dari masyarakat terhadap pemerintah daerah. 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Program Belitung Saluran Aspirasi dan Pengaduan (Besadu) merupakan satu diantara program inovasi Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem) dan Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie.

Program ini, dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Belitung.

Namun belakangan, pemanfaatan program tersebut mengalami penurunan sangat drastis, dibanding awal peluncuran pada tahun 2019 lalu.

Penurunan tersebut terlihat dari data jumlah warga yang memanfaatkan program ini.

Dua bulan belakang, Januari - Februari 2021 hanya 26 pengaduan disampaikan oleh warga melalui program tersebut.

"Kalau bulan Januari kemarin 17 pengaduan, dan Februari 9 pengaduan. Ya dibawah 20 pengaduan lah setiap bulan. Kalau dilihat dari persentase, ada penurunan sekitar 80 persen dari awal- awal peluncuran," ungkap Kabid Informasi Komunikasi Publik Diskominfo Kabupaten Belitung Fitrorozi kepada Posbelitung.co, Jumat (12/3/2021).

Pada awal program besadu diluncurkan, capaian pengaduan setiap bulan rata-rata pada angka 60 pengaduan diterima Diskominfo Belitung. Grafik penurunan itu mulai terjadi pada tahun 2020 lalu.

"Jadi mulai mengalami penurunan sedikit-sedikit. Ya kemungkinan penurunan ini terjadi karena pengaduan itu kurang ditindaklanjuti oleh OPD terkait, karena kami hanya bertugas menyampaikan saja kepada OPD bersangkutan," ucapnya.

Analisa pengaduan tidak ditindaklanjuti itu, terlihat dari beberapa pengaduan yang sama setiap bulan muncul. Misalkan pelapor pada bulan ini mengadu tentang 'A', bulan berikutnya mengadukan perihal yang sama.

"Kemudian memang betul-betul tidak ditindaklanjuti dari OPD, yang tidak ditindaklanjuti itu misalkan perhubungan dengan perencanaan. Ada perencanaan tahun kemarin tidak terealisasi, atau ditunda, itu biasa yang tidak ditindaklanjuti, tapi kalau yang berhubungan dengan fasilitas publik biasa nya cepat ditindaklanjuti," jelasnya.

Paling banyak pengaduan disampaikan, kata Fitrorozi, tentang fasilitas umum dan fasilitas sosial. Seperti lampu jalan, pemanfaatan ruang publik, dan keramaian.

"Itu paling banyak pengaduan disampaikan melalui via telepon langsung, dan WhatsApp (WA). Ya kalau dibandingkan dengan Group Facebook FKMB, ya paling banyak kesitu, karena kalau di Group itu tidak menggunakan NIK (nomor induk kependudukan), hanya akun, dan terkadang  orang ini malas menggunakan NIK," bebernya.

Selama ini pola tindaklanjuti terhadap pengaduan tersebut, lanjut Fitrorozi, petugas Diskominfo Belitung langsung memberikan informasi kepada kepala OPD bersangkutan.

"Nah sekarang ini mulai kami ubah pola nya, tidak lagi kami teruskan ke kepala OPD, tetapi ke bidang langsung, agar cepat ditindaklanjuti," kata Firorozi. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved