Breaking News:

Berita Belitung Timur

Dinas Perpustakaan Belitung Timur Bakal Kembangkan Literasi Digital    

Literasi di masa sekarang ini tidak lagi hanya diartikan sebagai kemampuan membaca dan menulis. Tapi lebih dari itu, literasi adalah kemampuan untuk

posbelitung.co
Kadispus Beltim Amirudin saat mengikuti webinar Sosialisasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial oleh Perpustakaan Nasional RI, Senin (15/3/2021) di ruang kerjanya. (Posbelitung.co/BryanBimantoro) 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG - Literasi di masa sekarang ini tidak lagi hanya diartikan sebagai kemampuan membaca dan menulis. Tapi lebih dari itu, literasi adalah kemampuan untuk mengambil, memiliki, dan menganalisa informasi yang tersirat dari berbagai sumber informasi termasuk sumber digital.

Melalui kemampuan literasi tersebut, seseorang bisa menciptakan ide gagasan, kreativitas, hingga inovasi yang baru.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Perpustakaan Belitung Timur (Beltim), Amirudin seusai mengikuti webinar Sosialisasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial oleh Perpustakaan Nasional RI, Senin (15/3/2021).

Amirudin mengatakan literasi digital ini menjadi salah satu prioritas dinasnya dalam Program 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Belitung Timur. Ia mengatakan ini merupakan inovasi yang baru di Belitung Timur.

"Literasi digital ini konsepnya nanti di perpustakaan desa yang berkonsep alam seperti di Desa Mengkubang ada pembudidayaan madu. Nah, di sana disediakan barcode yang isinya adalah buku yang berkaitan tentang madu, misal cara budidayanya dan jenis-jenis lebah madu. Jadi bacaan itu langsung di genggaman," jelas Amirudin.

Dengan begitu, lanjutnya, ketika usai berkunjung ke perpustakaan desa masyarakat bisa mendapatkan pengetahuan secara digital yang nantinya bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari.

"Itu sebenarnya yang juga menjadi tujuan dari transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Bagaimana buku tidak hanya menambah pengetahuan, tapi juga keterampilan," kata dia.

Dia mengakui ada beberapa tantangan dalam pelaksanaannya, seperti akses jaringan di Belitung Timur yang belum merata. Namun ia berpikir hal itu bisa diatasi secara bertahap. Amirudin bilang poin pentingnya adalah memulai dan bergerak secara bersama-sama.

Ia mengapresiasi desa-desa yang sudah memiliki perpustakaan desa bahkan yang sudah berprestasi nasional, seperti Perpustakaan Desa Cendil, Kelapa Kampit. Namun ia berharap desa-desa yang belum memilikinya supaya bisa segera dibangun demi peningkatan literasi masyarakat.

Dia menjelaskan perpustakaan sekarang tidak perlu bangunan kotak berbahan semen dengan rak-rak buku yang tinggi besar yang memberatkan desa. Amirudin bilang perpustakaan sekarang konsepnya bisa menyatu dengan alam ataupun kebiasaan masyarakat sekitar.

"Dengan konsep membaur seperti itu, masyarakat jadi tidak takut dan canggung untuk ke perpustakaan sehingga nanti perpustakaan berbasis inklusi sosial dan peningkatan literasi digital bisa terbangun di Belitung Timur," kata Amirudin. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Penulis: Bryan Bimantoro
Editor: Fery Laskari
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved