Breaking News:

Virus Corona

Benarkah Vaksin Sinovac Masuk Masa Kedaluwarsa? Ini Penjelasan Kemenkes

Berbagai isu miring mengenai masa kedaluwarsa vaksin Covid-19 produksi Sinovac berseleweran di media sosial.

Posbelitung.co/BryanBimantoro
Vaksin sinovac yang akan disuntikkan ke nakes di RSUD Beltim beberapa waktu lalu. 

JAKARTA, POSBELITUNG.CO - Berbagai isu miring mengenai masa kedaluwarsa vaksin Covid-19 produksi Sinovac berseleweran di media sosial.

Tentu saja informasi tersebut bisa menyesatkan masyarakat. Untuk itu pihak kementerian kesehatan angkat suara terkait beredarnya isu mengenai masa masa kedaluarsa vaksin Covid-19 produksi Sinovac.

Guna meluruskan berbagai informasi tersebut agar bisa dipahami masyarakat, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi memberikan penjelasan.

Ia mengatakan, vaksin Covid-19 bukanlah kedaluwarsa, melainkan shelf life atau masa simpan.

Benarkah Vaksin AstraZaneca Menyebabkan Pembekuan Darah?

Pemerintah, kata Nadia, tidak akan memberikan vaksin yang masa simpannya habis.

Hal ini guna memastikan keamanan dan khasiat vaksin.

Dikutip dari setkab.go.id, vaksin Sinovac yang datang pada tahap pertama sejumlah 3 juta dosis, diproduksi pada September-November 2020 dengan shelf life dari produsen selama 3 tahun.

Sementara itu, dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berdasarkan data stabilitas produk, vaksin Covid-19 produksi Sinovac diklaim memiliki masa simpan selama enam bulan.

Ada Penumpang Positif Covid-19, Tim Bulu Tangkis Indonesia Mundur dari All England 2021

Sekretaris Pribadi Blak-blakan Ungkap Kelakuan Edhy Prabowo saat Jadi Menteri

17 Tahun Hilang, Polisi Asal Palembang Korban Tsunami Aceh Ditemukan di RSJ

Nadia menegaskan, ketentuan ini bukan bermaksud untuk mempercepat masa simpan vaksin, melainkan wujud kehati-hatian pemerintah dengan tidak begitu saja menerima data dari produsen.

"Bukan ada percepatan dari BPOM terkait masa simpan ini, tetapi BPOM melihat bahwa shelf life dari vaksin ini tidak semata-mata berdasarkan informasi yang disampaikan oleh produsen tetapi berdasarkan pada data stabilitas yang ada," jelas Nadia, Rabu (17/3/2021).

Halaman selanjutnya======>

Editor: Fitriadi
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved