Breaking News:

Berita Belitung

Fatwa MUI Bolehkan Vaksin AstraZeneca, Sanem: Masyarakat Tak Perlu Ragu Lagi

Vaksin ini sempat diisukan mengandung babi. Namun menurut Sanem apabila sudah ada uji klinis dan memiliki fatwa MUI maka tidak perlu diragukan lagi

(Posbelitung.co/BryanBimantoro)
ILUSTRASI--Vaksin covid-19 yang nantinya akan disuntikkan kepada para penerima, Kamis (18/3/2021). 

POSBELITUNG.CO -- Vaksin covid-19 Astra Zeneca sekarang ini sudah diklaim Pemerintah Pusat aman. Vaksin ini sudah mendapat sertifikat halal Majelis Ulama Indonesia (MUI). Namun realisasi terhadap vaksin itu hingga sekarang belum ditentukan.

Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem) mengaku, vaksinasi ini belum ada pembahasan di lingkup Pemerintah Kabupaten Belitung. Apabila ada pengiriman dari Kementerian Kesehatan melalui Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bangka Belitung tetap akan dipergunakan.

"Kalau ada kiriman tetap kami gunakan dan acuan kami adalah fatwa MUI. Ya tetap mengikuti apa Pemerintah Pusat," kata Sanem kepada Pos Belitung, minggu (21/3).

Vaksin ini sempat diisukan mengandung babi. Namun menurut orang nomor satu di Belitung ini apabila sudah ada uji klinis dan memiliki fatwa MUI maka tidak perlu diragukan lagi.

"Acuan kami di daerah fatwa MUI dan uji klinis. Kalau hal itu sudah semua, kenapa tidak, dan calon penerima atau masyarakat tidak perlu ragu lagi," ucapnya.

Selama ini, kata dia, penyaluran vaksinasi di Belitung sudah berjalan baik, dan sudah sesuai sistem yang ditentukan. Satu di antara sistem tersebut calon penerima vaksin harus memiliki etiket dan ditunjukkan kepada petugas Puskesmas.

"Sementara ini kami menggunakan dua Puskesmas, yaitu Puskesmas Tanjungpandan dan Puskesmas Air Saga. Tapi nanti mungkin bisa dikembangkan ke puskesmas lainnya," ujarnya.

Sedangkan rencana penyaluran vaksinasi jemput bola kepada lansia, lanjut Sanem, tetap akan direalisasikan. Namun pada awal rencana tersebut diterapkan kepada lansia yang tidak bisa berjalan.

"Kalau misalkan sasaran tersebut tidak bisa jalan, tetap kami jemput bola, petugas yang ke rumahnya, tapi rata-rata lansia di Belitung ini bisa berjalan. Yang penting kami mendata mereka dulu setelah itu calon penerima vaksin mendapatkan etiket," ujarnya.

Sementara itu, kasus covid-19 di Belitung kini mengalami peningkatan. Secara global dari bulan Maret 2020 lalu, melalui deteksi metode swab PCR dan rapid antigen ada 962 orang terpapar covid-19. Namun dari ratusan orang tersebut, 754 orang sudah selesai menjalani isolasi. 

"Kalau untuk kasus terbaru hari ini ada 20 orang yang terpapar. Ditambah yang kemarin - kemarin, yang sekarang sedang menjalani isolasi ada 192 orang, sudah termasuk 20 orang tadi," kata Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Joko Sarjono.

Kata dia, dari 192 orang tersebut, 33 orang sedang menjalani isolasi di RSUD H Marsidi Judono Kabupaten Belitung lantaran memiliki gejala, 10 orang menjalani isolasi di pusat karantina Sanggar Kegiatan Belajar Desa Perawas, Tanjungpandan.

"Kalau yang isolasi mandiri ada 149 orang. Untuk yang selesai menjalani karantina hari ini ada 4 orang. Kasus meninggal dunia tidak ada penambahan, secara global sekarang 16 orang," pungkasnya. (Posbelitung.co/Disa)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved