Breaking News:

Human Interest Story

Kisah Dadang Pemilik Bengkel Keramik Ka'anggo, Berbisni di Tengah Pandemi Covid-19

Bangunan semi permanen, berukuran sekitar tujuh kali delapan meter. Pada bagian kiri bangunan itu, ada deretan rak papan. Setiap papan itu sudah tersu

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Fery Laskari
posbelitung.co
Adang Kandar alias Dadang, Selasa (23/3) bersama hasil kerajinan Keramik di Bengkel Keramik Ka'anggo.(Pos Belitung/Disa Aryandi) 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Bangunan semi permanen, berukuran sekitar tujuh kali delapan meter. Pada bagian kiri bangunan itu, ada deretan rak papan. Setiap papan itu sudah tersusun berbagai hasil kerajinan. Di sudut kanan bagunan ini, ada sebuah benda bentuk kotak cukup besar warna silver.

Itulah sekilas suasana Bengkel Keramik  Ka'anggo. Tempat usaha kecil milik Adang Kandar (Dadang) itu, beralamatkan di Jalan Aikkelubi RT 23/10 Lingkungan Damai, Kelurahan Lesung Batang, Tanjungpandan.

Lelaki berusia 72 tahun tersebut, sekitar satu tahun belakang sudah mengembangkan produksi keramik. Usaha ini didirikan oleh mantan pekerja PT Keramika Indonesia Assosiasi (KIA) tepat di tengah Pandemi Covid-19.

Ayah sembilan anak tersebut, sementara hanya memproduksi produk keramik ukuran kecil, seperti pot kembang untuk bonsai, pot bunga kecil, kembang, gelas dan teko.

Satu tahun Bengkel Keramik Ka'anggo ini berjalan, sudah sekitar 1.000 produksi dihasilkan oleh lelaki asal Bandung, Jawa Barat itu.

Ia berani mengembangkan industri keramik di tengah Pandemi Covid-19 ini, hanya modal keyakinan. Acuan lain membuat 'berani', lantaran sekarang ini belum terlalu banyak yang memiliki usaha produksi keramik.

"Ini saya buat semua secara mandiri, hanya modal ada keahlian saja. Tidak banyak orang  punya usaha seperti ini, maka nya saya berani istilah nya, dan kebetulan saya ini ada keahlian itu," kata Dadang kepada Posbelitung.co, Selasa (23/3/2021).

Bengkel biasa digunakan untuk kendaraan, namun kali ini pada produksi keramik. Lelaki berbaju kemeja abu - abu itu sengaja memberi nama tempat usaha ini, agar memiliki motif tersendiri.

"Kalau nama bengkel keramik itukan belum ada, jadi saya buat namanya bengkel. Saya di tempat ini bukan hanya memproduksi pesanan orang saja, tetapi kalau orang ingin belajar membuat keramik bisa datang ke sini, seperti kemarin ada 17 orang, minggu - minggu ini ada lagi," ucapnya.

Produksi keramik pada Bengkel Keramik Ka'anggo ini, belum terlalu banyak, lantaran pemasaran belum maksimal. Namun ia menyakini produksi tersebut akan terus bertambah, setelah Pandemi Covid-19 berakhir.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved