Breaking News:

Berita Belitung

Usulkan Raperda Akomodir Seluruh Persoalan Olahraga

Pemerintah Kabupaten Belitung mengusulkan rancangan peraturan daerah (raperda) pada 2021 ini. Satu di antaranya tentang penyelenggaraan keolahragaan. 

posbelitung.co
Kadispora Kabupaten Belitung Subagio. (Posbelitung.co /Dede S) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Pemerintah Kabupaten Belitung mengusulkan rancangan peraturan daerah (Raperda) pada 2021 ini. Satu di antaranya tentang penyelenggaraan keolahragaan. 

Terdapat tiga poin kebijakan yang diatur pada raperda tersebut, yaitu pembinaan olahraga pendidikan, olahraga rekreasi, dan olahraga prestasi. Sejauh ini belum ada landasan yuridis yang mencakup semua itu. 

Selain itu, dalam Raperda juga mengakomodir olahraga bagi disabilitas. Mereka nantinya bisa unjuk prestasi seperti atlet-atlet umumnya.

Bagaimana usulan Raperda itu muncul, apa saja penjabaran serta target yang ingin dicapai? Berikut ulasannya dalam wawancara eksklusif Wartawan Pos Belitung Dede Suhendar dengan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Belitung Soebagio, Senin (22/3). 

T: Jelaskan latar belakang munculmya Raperda tentang penyelenggaran ini? 
J: Pemkab Belitung melalui Dispora selama ini telah melaksanakan urusan olahraga yang mengacu pada berbagai kebijakan. Tapi kebijakan selama ini masih bersifat parsial atau belum mengatur aspek keolahragaan secara menyeluruh. Atas dasar ini lah disusun raperda ini sebagai landasan yuridis secara memyeluruh.

T: Berapa lama kajian, proses penyusunannya serta siapa saja yang terlibat? 
J: Sudah cukup lama, bahkan semenjak saya masih menjabat kepala bidang. Proses penyusunannya kami melihat dari masukan-masukan stakeholder olahraga di Kabupaten belitung. Pihak yang dilibatkan itu tim asistensi ada Bapedda, Bagian Hukum, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pariwisata, DPPPAS dan unsur KONI.

T: Aturan tersebut pada intinya mencakup empat poin pokok, yakni pembinaan olahraga pendidikan, rekreasi, disabilitas dan prestasi. Jelaskan secara spesifik ketiganya? 

J: Tentunya raperda mengacu pada payung hukum di atasnya yaitu Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahrgaan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tentang Penyelenggaran Keolahragaan yang mencakup tiga bidang yaitu bidang olahraga pendidikan, rekreasi dan prestasi.
Tapi ada satu bidang yang juga penting dan perlu diakomoodir yaitu disabilitas.
Olahraga pendidikan itu olahraga yang dilaksanakan sebagai bagian proses pendidikan yang tertatur dan berkelanjutan untuk memperoleh kebugaran jasmani yang pembinaannya dilaksanakan di lingkungan satuan pendidikan seperti 02SN dan lainnya.
Olahraga rekreasi itu kegiatan fisik yang dilakukan dalam waktu luang atau senggang.
Olahraga prestasi itu yang menbina dan mengembangkan olahragawan secara terencana dan berjenjang melalui kompetisi untuk mencapai prestasi.
Olahraga disabilitas itu olahraga yang dimainkan atau dilakukan oleh atlet berkebutuhan khusus atau disebut paralympic.

T: Aturan yang berlaku selama ini, apakah benar belum mengakomodir semuanya secara yuridis? 
J: Sebenarnya sudah ada aturannya cuman masih terpisah atau parsial tadi. Misalnya program SIMPOR dasar hukumnya masih sebatas perbup, berkaitan penganggaran dan bantuan hibah ada perbup khusus. 

T: Bagaimana koordinasi dengan KONI maupun pengurus cabang-cabang olahraga yang ada di dalamnya, apakah program keolahragaan berjalan sendiri-sendiri atau terintegrasi dengan dispora?
J: Tentunya kami selaku pemerintah bahwa induk organisasi KONI dan pengcab adalah mitra, merekaa sebagai pelaksana kebijakan pemerintah dalam hal pembinaan olahraga prestasi. Selama ini terkoordinasi dengan baik.

Halaman
12
Penulis: Dede Suhendar
Editor: Fery Laskari
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved