Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Cegah Penularan Covid-19, Seratus Guru di Belitung Timur Telah Divaksin

Sebanyak 100 orang guru di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) sudah divaksin. Meskipun jumlahnya masih sedikit, Kepala Dinas Pendidikan Beltim, Amrizal

posbelitung.co
Kepala Dinas Pendidikan Belitung Timur, Amrizal saat berada di Ruang Tamu Kantor Dindik Beltim, Rabu (24/3/2021). (Posbelitung/Suharli) 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG - Sebanyak 100 orang guru di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) sudah divaksin. Meskipun jumlahnya masih sedikit, Kepala Dinas Pendidikan Beltim, Amrizal merasa perhatian pemerintah daerah kepada para guru sudah sangat baik.

"Di Beltim sebenarnya kami bersyukur karena sudah ada sebagian kecil guru kami sudah vaksin. Itu bersamaan dengan kunjungan Gubernur beberapa waktu lalu ada 100 guru yang sudah di vaksin," ujar Amrizal kepada Posbelitung.co, Rabu (24/3/2021)

Menurutnya penolakan terhadap vaskinisasi pun sangat kecil dibandingkan daerah lainnya.

"Para guru di sini malah menunggu (untuk divaksin -red). Nah sekarang tarafannya sedang menunggu, tinggal menunggu vaksin selanjut," ujarnya.

Tak hanya guru di Kecamatan Manggar, guru dan pengawas sekolah di kecamatan lainnya agar dapat divaksin melalui Puskesmas yang ada dikecamatan masing-masing.

Amrizal berharap vaksin untuk guru disediakan lebih banyak mengingat jumlah guru dan PTT di Belitung Timur berjumlah sekitar 2000-an orang.

Seiring terlaksananya vaksinisasi, ke depannya pembelajaran tatap muka pada Bulan Juli mendatang bisa dilakuka,  tentunya tergantung kondisi pandemi di masing-masing wilayah.

"Belajar dari rumah (BDR) sering kami lakukan meskipun tidak semua sekolah. Namun saya tidak mau berdebat soal itu karena sesuai dengan Tupoksi masing-masing. Kalau kami tetap mengedepankan keselamatan dan prinsip kami keselamatan anak-anak adalah yang utama," ujarnya.

Dia menegaskan bila belajar tatap muka memang tidak aman, maka sekolah melakukan BDR.

Amrizal mengakui dari 48 negara memang Indonesia tertinggal untuk belajar tatap mukanya, di mana negara-negara lain sudah mulai menerapkan kembali belajar tatap muka.

"Perbandingannya mungkin mereka sudah 45 persen belajar tatap mukanya sedangkan kita masih di bawah 15 persen," ucapnya.

Untuk itu, solusi yang saat ini ada menurut Amrizal adalah melalui cara, para guru divaksin, setelah itu barulah diadakan belajar tatap muka kembali dan mengedepankan protokol kesehatan.

"Saya berharap semua pihak juga mendukung baik itu program pemerintah di bidang pendidikan. Kami tentu tidak akan mengabaikan aspek keselamatan anak-anak didik kami,atau pun mencederai anak-anak kami," tegasnya. (Posbelitung.co/Suharli)

Penulis: Suharli
Editor: Fery Laskari
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved