Breaking News:

Berita Belitung Timur

Pedagang Spare Part Sepeda Motor di Manggar Ini Dukung Polisi Tertibkan Knalpot Brong

Pemilik 58 Shop yang menjual sparepart sepeda motor mengatakan akan mendukung kebijakan penertiban knalpot brong dari kepolisian ini.

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Eltjandring
(Posbelitung.co/BryanBimantoro)
58 Shop yang menjual sparepart motor di Manggar, Kamis (25/3/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Pemilik 58 Shop yang menjual sparepart sepeda motor mengatakan akan mendukung kebijakan penertiban knalpot brong dari kepolisian ini.

Pria bernama Jhoni ini mengaku sudah enam bulan tidak menjual knalpot tak berstandar selain kepada pelaku grasstrack.

"Sebenarnya saya tidak jual knalpot brong, hanya knalpot semi racing saja. Tapi itu juga masih ada enam saja. Saya tidak merepeat lagi pembelian knalpot itu ke agen," kata Jhoni saat ditemui posbelitung.co di tokonya di Jalan Tengah Desa Padang, Manggar pada Kamis (25/3/2021),

Ia mengatakan, ia masih melayani pembelian knalpot itu untuk tujuan grasstrack atau lomba motor di arena.

Namun, ia mengaku ada beberapa pembeli yang bohong mengaku membeli untuk lomba ternyata dipakai untuk sehari-hari di jalan raya.

"Kami juga sebelum transaksi diproses akan mengingatkan kepada pembeli agar tidak menggunakan knalpot brong ini di jalan raya. Kalaupun dipakai di jalan raya itu sudah di luar tanggungjawab kami sebagai penjual," aku Jhoni.

Ia juga sejujurnya tidak nyaman dengan suara knalpot brong ini. Ia bilang banyak orang-orang yang malah sengaja menggeber gas motornya agar suara motornya kencang.

Ia menyarankan kepada pengguna knalpot ini agar mencari tempat sepi atau digunakan di arena grasstrack agar tidak menganggu masyarakat.

"Orang yang pakai knalpot brong itu cobalah sekali-kali posisikan sebagai pengguna jalan. Kalau digas bolak balik itu pasti bakal marah juga," kata Jhoni.

Lebih dari itu, ia juga mengingatkan pada pegawai-pegawainya yang menyervis motor dengan knalpot brong agar tidak menggas motornya kuat-kuat.

Karena dirinya ingin menjaga hubungan dengan para tetangga jangan sampai menimbulkan ketidaknyamanan.

Ia mengatakan, saat ini ada beberapa calon pembeli yang menanyakan ketersediaan stok knalpot brong. Namun dalam dua sampai tiga bulan terakhir ia mengaku sudah berkurang jauh.

"Saya sendiri sudah dengar ada penertiban dari polisi ini. Saya ikut dukung, ini tinggal enam saja stoknya dan tidak order lagi. Cuma ngabisin ini aja," kata Jhoni.

(Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved