Breaking News:

Sekolah di Jepang Sediakan Ruang Kelas Kosong, Ternyata Buat Tempat Pelecehan Seksual Guru dan Murid

Ruang kelas yang kosong yang ada di sekolah di Jepang ternyata dijadikan tempat oleh guru untuk mencabuli dan melecehkan siswanya

thecoverage
Ilustrasi siswi sekolah 

POSBELITUNG.CO, TOKYO -- Kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur tidak hanya terjadi di Indonesia saja.

Rupanya kasus pencabulan dan pelecehan seksual di sekolah cukup banyak terjadi di negara Jepang.

Tahun 2021 saja tercatat kasus guru mencabulan muridnya terjadi sebanyak 14 kasus (tidak termasuk tanggung jawab pengawasan).

Kasus pencabulan dan pelecehan seksual yang dilakukan oleh guru terhadap muridnya rupanya meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Sementara orang yang bertanggung jawab atas kasus tersebut merasa tertekan.

Baca Berita Lainnya:

--> Bujangan Tua Tak Sanggup Ladeni Janda, Berdiri Tak Sanggup Ngotot Mau Nikah, Pesan Istri Bikin Haru

"Kami mengambil langkah-langkah seperti bimbingan yang menyeluruh dan memperkuat pelatihan. Mengapa ada begitu banyak kasus pelecehan seksual?" ungkap sumber Tribunnews.com, Sabtu (27/3/2021).

Pada bulan Februari 2021 ternyata seorang guru di sekolah menengah prefektur memprivatisasi ruang kelas kosong sebagai ruang penasihat untuk kegiatan klubnya, dan melakukan tindakan cabul pada siswa perempuan di sana.

Kantor Kementerian Pendidikan Jepang di Kasumigaseki Tokyo.
Kantor Kementerian Pendidikan Jepang di Kasumigaseki Tokyo. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Dewan pendidikan prefektur memecat guru yang melakukan tindakan disipliner dan menginstruksikan kepala sekolah umum di prefektur untuk melakukan inspeksi darurat gedung sekolah.

Halaman
123
Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved