Breaking News:

Advertorial

Suhu Ato Tampilkan Atraksi Tatung, Bikin Penonton Takjub, Tak Menpan Disabet Pedang Tajam

SUARA alunan alat musik tambur, lhin-lhin, dan jik jik berirama, mengiringi atraksi yang ditampilkan Suhu Ato. Seusai melakukan ritual, Suhu Ato yang

Editor: nurhayati
ist
Suhu Ato Tampilkan Atraksi Tatung 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- SUARA alunan alat musik tambur, lhin-lhin, dan jik jik berirama, mengiringi atraksi yang ditampilkan Suhu Ato.

Seusai melakukan ritual, Suhu Ato yang mengenakan jubah berwarna emas dan ikat kepala merah, perlahan melangkah menuju kursi yang terbuat dari bilah-bilah pedang tajam. 

Setelah mengelilingi kursi, tubuhnya naik, berdiri di atas kursi pedang itu.

Itulah pertunjukan tatung yang ditampilkan di Kelenteng Tai Song Lo Kyun, Jalan Aik Baik Dalam, Desa Pelempang Jaya, Tanjungpandan, Sabtu (27/3/2021) sore.

Tidak hanya duduk dan berdiri di atas kursi pedang. Ada pedang tajam yang disabetkan ke leher dan tubuhnya, serta tombak yang digunakannya beratraksi.

Meski begitu, tak sedikit pun tubuh yang disabet benda tajam itu terluka. Beberapa orang yang melihat penampilannya di sekitar kelenteng pun dibuat takjub akan atraksi yang dilakukannya.

Tatung berarti pula orang yang dirasuki roh dewa atau leluhur.

Atraksi ini tak sembarang orang bisa melakukannya.

Suhu Ato telah menggeluti atraksi ini selama 43 tahun. Bahkan ia pernah beratraksi tatung di Palembang, Jakarta, bahkan Singapura.

Kali ini, atraksi tatung ia lakukan sebagai peringatan Cap Go Meh, yakni hari besar buat merayakan ulang tahun Dewa Tai Song Lo Kyun dan menghormati leluhurnya Datuk Lengkong.

"Ritual ini bukan untuk main-main, untuk keselamatan dari leluhur, apalagi sekarang banyak penyakit di Indonesia. Minta dijauhkan dari penyakit dan meminta keselamatan, menjaga kesehatan, dan membawa rezeki," ucapnya.

Pada tahun-tahun sebelumnya, atraksi tatung oleh Suhu Ato mengundang dan disaksikan banyak orang. Namun dalam kondisi pandemi Covid-19, acara tetap dilaksanakan tanpa mengundang siapapun dan hanya disaksikan warga sekitar kelenteng saja.

Menurutnya, tatung merupakan tradisi kebudayaan yang harus dijaga dan dilestarikan. Bahkan atraksi ini juga bisa disuguhkan sebagai sebuah pertunjukan yang menjadi daya tarik wisata. (adv/del)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved