Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Wali Kota Ingin Wujudkan Pangkalpinang Jadi Kawasan Ramah Anak, Tanpa Asap Rokok

Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) ingin menciptakan kawasan tanpa asap rokok.

IST/Protokol Pemkot Pangkalpinang
Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen), Senin (22/2/2021) mengajak Wakil Bupati Belitung Timur sekaligus Bupati Belitung Timur (Beltim) terpilih Burhanudin memberi makan Bonang, nama rusa totol di rumah dinas. 

POSBELITUNG.CO -- Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) ingin menciptakan kawasan tanpa asap rokok.

Keinginan ini disampaikannya ketika menyampaikan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) pada rapat paripurna ketigabelas masa Persidangan Il Tahun 2021, di ruang rapat paripurna kantor DPRD Kota Pangkalpinang, Senin (29/3/2021).

Tiga Raperda yang disampaikan Wali Kota Pangkalpinang sebagai eksekutif  kepada legislatif.

1. Rancangan Peraturan Daerah Kota Pangkalpinang tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Pangkalpinang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok
2. Rancangan Peraturan Daerah Kota Pangkalpinang tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Pangkalpinang Nomor 3 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Kearsipan Di Lingkungan Kota Pangkalpinang. 3. Rancangan Peraturan Daerah Kota Pangkalpinang tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif.

"Berdasarkan Pasal 9 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, mengamanatkan bahwa setiap orang berkewajiban ikut mewujudkan, mempertahankan, dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Dan kewajiban tersebut meliputi upaya kesehatan perseorangan, upaya kesehatan masyarakat, dan pembangunan berwawasan kesehatan," sebutnya.

Tidak hanya itu kata Molen, ini adanya raperda ini juga untuk menciptakan Kota Pangkalpinang menjadi kawasan ramah anak hingga ramah lingkungan.

"Saya rasa memang ini yang ingin kita ciptakan, agar kota ini bisa sama-sama terbebaskan dari itu, demi kesehatan kita bersama. Semoga apa yang kita usulakn ini dapat disetujui dan dibahas bersama," harap Molen.

Selanjutnya terhadap pengajuan Rancangan Peraturan Daerah Kota Pangkalpinang tentang Kearsipan dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang kearsipan.

Menurutnya, tujuan penyusunan raperda tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Pangkalpinang Nomor 3 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Kearsipan di Lingkungan Kota Pangkalpinang ini adalah agar penyelenggaraan kearsipan Kota pangkalpinang dapat dilaksanakan secara komprehensif, dinamis, dan terpadu.

"Dapat mewujudkan penyelenggaraan kearsipan yang sesuai dengan peraturan perundang -undangan yang berlaku saat ini, dapat menciptakan kesamaan dan konsistensi dalam penyelenggaraan kearsipan sesuai kebutuhan dan perkembangan kehidupan masyarakat, bangsa dan negara, dapat mewujudkan peningkatan kualitas pengelolaan arsip dan pelayanan informasi arsip secara berkelanjutan di masing-masing unit organisasi kearsipan di lingkungan Kota Pangkalpinang," jelasnya.

Berkenaan dengan pengajuan Rancangan Peraturan Daerah Kota Pangkalpinang tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif, kata Molen ekonomi kreatif adalah sebuah konsep bidang perekonomian di era ekonomi yang baru dengan mengutamakan kreatifitas dan informasi.

Menurutnya, konsep dari ekonomi kreatif ini mengedepankan sumber daya manusia yang memiliki ide dan pengetahuan yang digunakan sebagai faktor utama dalam produksi.

"Adapun pengaturan pengembangan ekonomi kreatif di daerah bertujuan untuk memberikan dasar hukum bidang ekonomi kreatif dalam rangka mencapai perlindungan yang efektif dan efisien berdasarkan kepastian hukum dan keadilan, mendorong bidang ekonomi kreatif yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kreativitas," jelasnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: nurhayati
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved