Breaking News:

Bank Sumsel Babel Tuan Rumah Seminar dan Rakernas FKDK BPDSI

BANK Sumsel Babel (BSB) menjadi tuan rumah Seminar Nasional dan Rapat Kerja Nasional Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah Seluruh

Editor: Fery Laskari
Bank Sumsel Babel Tuan Rumah Seminar dan Rakernas FKDK BPDSI - seminar-dan-raker-nasional-suasana-seminar-nasional-dan-rapat-kerja-nasional-forum-komunikasi.jpg
Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari
Seminar dan Raker Nasional - Suasana Seminar Nasional dan Rapat Kerja Nasional Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (FKDK BPDSI), Rabu (31/3). Bank Sumsel Babel menjadi tuan rumah kegiatan yang berlangsung di Hotel BW Suite, Tanjungpandan, Belitung ini.
Bank Sumsel Babel Tuan Rumah Seminar dan Rakernas FKDK BPDSI - seminar-dan-raker-nasional-suasana-seminar-nasional-dan-rapat-kerja-nasional-forum-1.jpg
Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari
Seminar dan Raker Nasional - Suasana Seminar Nasional dan Rapat Kerja Nasional Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (FKDK BPDSI), Rabu (31/3). Bank Sumsel Babel menjadi tuan rumah kegiatan yang berlangsung di Hotel BW Suite, Tanjungpandan, Belitung ini.

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Bank Sumsel Babel (BSB) menjadi tuan rumah Seminar Nasional dan Rapat Kerja Nasional Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (FKDK BPDSI) di Hotel BW Suite, Tanjungpandan, Belitung, Rabu (31/3/2021).

Pembukaan acara ditandai pemukulan gong oleh Wakil Gubernur Bangka Belitung Abdul Fattah. Turut menyaksikan, Komisaris Utama BSB Eddy Junaidi, Direktur Utama BSB Achmad Syamsuddin, Ketua FKDK BPDSI Farid Rahman, dan Asisten III Bidang Administrasi Setda Sumatera Selatan Edwar Juliartha. Hadir juga pejabat lingkungan pemerintah Kabupaten Belitung dan Belitung Timur, serta dewan komisaris perbankan daerah se-Indonesia.

Kegiatan seminar nasional dan rapat kerja tersebut diikuti oleh 22 dewan komisaris perbankan daerah seluruh Indonesia.

Direktur Utama BSB Achmad Syamsuddin dalam sambutannyamenyampaikan, perbankan menghadapi tantangan yang berhubungan digitalisasi yang tak hanya berkaitan teknologi tapi juga orang. Berikutnya tantangan berkaitan pandemi.

“Karena pada awal berkumpul dirut, yang dibicarakan bagaimana likuiditas dan NPL ketika awal pandemi. Alhamdulillah pemerintah melalui OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan BI cepat mengambil tindakan relaksasi maupun penanganan kredit bermasalah sehingga kita bisa menghadapinya,” ucap dia.

Adanya vaksinasi diharapkan bisa mengubah kondisi sehingga bisa menggunakan tata kerja yang baru. Oleh karena itu, BPDSI perlu belajar meningkatkan tiga hal, digitalisasi, sumber daya manusia, dan permodalan.Ia juga menyampaikan terima kasih atas dipilihnya BSB sebagai tuan rumah acara itu.

“Semoga keindahan alam Belitung dan keramahtamahan masyarakatnya memberikan solusi dan inspirasi untuk perkembangan bank pembangunan daerah,” kata Syamsuddin.

Ketua FKDK BPDSI Farid Rahman mengatakan, tema digital banking menjadi bahasan, karena dalam kondisi pandemi hal tersebut harus dimengerti. Karena digital telah menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari, termasuk harus diterapkan dalam transaksi perbankan.

“Kemajuan teknologi memudahkan, semua pakai app based. Sebagai sistem pembayaran juga terbiasa QRIS, tinggal bawa handphone, tidak perlu bawa uang tunai,” ucapnya. (Advertorial/Del)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved