JATUHNYA Sriwijaya Air SJ182 Disebut Pakar Cermin Bisnis Penerbangan Indonesia, Bisa Amankah Nanti?

Ketidaksempurnaan ini rasanya semakin diperjelas dengan kecelakaan pesawat terbang Sriwijaya Air SJ182 kemarin Sabtu, 9/1/2021

Editor: Edi Yusmanto
TRIBUN/DANY PERMANA
Ilustrasi 

"Banyak landasan pacu tidak sesuai dengan standar internasional, tidak ada kelebhan, lebih pendek dari seharusnya dan tidak beralur, padahal itu penting karena di sana sering terjadi badai petir, dan alat bantu navigasi tidak sebaik saat Anda masuk misalnya Eropa. Namun ada masalah lain yang sebabkan Indonesia tidak memiliki catatan yang baik.

"Telah banyak terjadi kecelakaan karena adanya sejumlah maskapai biaya rendah di Indonesia, dan tentunya, batasnya sudah dipotong di masa lalu."

Catatan keamanan Sriwijaya Air yang bagus

Dikutip dari Simple Flying, kecelakaan Sabtu lalu menjadi kecelakaan paling signifikan melibatkan maskapai Sriwijaya Air.

Maskapai itu sudah beropeasi di Indonesia sejak 2003.

Ada beberapa insiden landasan pacu selama bertahun-tahun seperti pada 2008 pesawat Sriwijaya Air Boeing 737-200 melewati landasan pacu, menabrak sebuah gedung dan menewaskan seorang pengamat.

Thomas berpendapat maskapai ini memiliki catatan keselamatan yang wajar dan mencerminkan peningkatan standar keselamatan secara bertahap di Indonesia.

"Pengawasan Indonesia atas maskapai mereka telah mendapat kritik selama 10 atau 15 tahun terakhir, sampai tahap di mana Uni Eropa melarang sebagian besar maskapai Indonesia untuk terbang ke Eropa," ujarnya.

Namun Thomas mencatat larangan itu diangkat di tahun 2018 saat pihak berwenang meningkatkan pengawasan mereka atas maskapai penerbangan Indonesia.

Dalam artikel terbaru yang dipublikasikan di The Journal of Advanced Transportation, peneliti Jason Middleton dan Carlo Caponecchia temukan beberapa faktor yang berkontribusi pada catatan keamanan Indonesia yang buruk.

Selain pengawasan dan penegakan aturan, tidak adanya prosedur operasi standar dan manajemen sumber daya kru yang jelek sudah umum.

Ada juga isu signifikan mengenai komunikasi buruk, infrastruktur dan cuaca.

Ketika dikombinasikan, dua peneliti itu menemukan Indonesia memiliki "kondisi unik yang sulit dalam hal keamanan penerbangan sipil."

Upaya Indonesia

Halaman
123
Sumber: Intisari
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved